- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global

Keterangan Gambar : Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, menegaskan bahwa efektivitas pertemuan bisnis menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – SIAL, jaringan inovasi pangan terkemuka dunia, kembali menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia melalui penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran internasional business-to-business (B2B) tersebut didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan diselenggarakan oleh Seven Event bersama Comexposium.
Ajang ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koneksi perdagangan pangan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional
Baca Lainnya :
Sebagai bagian dari jaringan global SIAL Network yang berdiri sejak 1964, SIAL Interfood dikenal sebagai salah satu barometer inovasi pangan dunia. Secara global, jaringan SIAL telah menghadirkan sekitar 17.000 peserta pameran dan menarik lebih dari 700.000 pengunjung profesional dari 205 negara.
Rangkaian pameran SIAL tersebar di berbagai negara, di antaranya SIAL Paris, SIAL Canada, SIAL China, Food & Drinks Malaysia by SIAL, Djazagro di Aljazair, hingga SIAL Vietnam.
Kehadiran SIAL di Indonesia dimulai sejak 2015 dengan melihat besarnya potensi pasar Asia Tenggara. Pada debut perdananya, SIAL Interfood berhasil menghadirkan lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara.
Pada tahun 2026, SIAL Interfood kembali memilih Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran sebagai lokasi penyelenggaraan dengan menempati area hall B dan C. Lokasi strategis dan akses yang mudah menjadi alasan utama pemilihan venue tersebut.
CEO Food and Beverage Division of Comexposium, Rodolphe Lameyse, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting bagi penguatan posisi SIAL di pasar global.
Menurutnya, jaringan SIAL kini memasuki babak baru dengan memperkuat posisi acara sebagai pusat pertemuan bisnis profesional di sektor pangan dunia.
“SIAL Interfood menjadi platform perdagangan nyata bagi industri makanan dengan tetap menjaga kualitas acara dan lokasi strategis demi mendukung pertumbuhan bisnis global,” ujarnya.
SIAL Interfood 2026 akan diikuti peserta dari lebih dari 25 negara yang mencakup kawasan Tiongkok, Asia Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah. Para eksibitor akan memamerkan beragam inovasi produk dan teknologi di sektor makanan beku, kopi dan teh, hingga teknologi pengolahan pangan.
Selain pameran industri, SIAL Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program unggulan seperti SIAL Innovation, International Cooking Competition, Barista Championship, seminar industri, talkshow, hingga business matching yang mempertemukan eksibitor dengan pembeli potensial.
Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, menegaskan bahwa efektivitas pertemuan bisnis menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini.
Ia berharap setiap interaksi bisnis yang tercipta selama pameran mampu menghasilkan kolaborasi nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan industri makanan dan minuman Indonesia.
Penyelenggaraan SIAL Interfood 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri pangan nasional di tengah persaingan global, sekaligus membuka peluang ekspor dan transfer teknologi bagi pelaku industri Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















