- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
- Indonesia Bidik Penguatan Industri Nasional Lewat Kolaborasi Strategis dengan Rusia
- Menkop Tekankan Pentingnya Kolaborasi lintas sektor Percepat Kemandirian Ekonomi Desa
- Ranmor Polda Metro Ungkap Dugaan Ekspor Motor Ilegal
- Satresnarkoba Barito Utara Bongkar Peredaran Sabu, DPRD H Tajeri Beri Apresiasi Tinggi
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- 50% Bidang Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh
Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka

Keterangan Gambar : Luka cakar di dada Enas
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Kejadian keributan di Pasar Lama, Sukasari Tangerang, Kota Tangerang yang sempat viral dan sudah dijadikan rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota tidak sepenuhnya benar. Nasrullah salah satu yang turut melerai dan terlibat dalam pertengkaran dorong mendorong pedagang Gudeg (Coki) menurut versinya, meminta peristiwa tersebut diceritakan secara utuh sesuai kronologis sebenarnya, Senin (11/5/26).
Menurutnya, apa yang di rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota belum secara utuh kronologis sebenarnya.
Enas panggilan akrab Nasrullah menceritakan awal mula peristiwa tersebut ketika Iyan salah satu darinya meminta cucian piring saudara Coki pedagang Gudeg dipindahkan agar tidak menghalangi jalan dan pedangang lain pada Jumat sore tanggal (8/5/26). Karena tidak senang dengan teguran saudara Iyan. Saudara Coki emosi sehingga terjadilah adu mulut dan dorong-dorongan dan kaki Coki tersandung kaki sendiri sehingga dia jatuh oleh dirinya sendiri.
Baca Lainnya :
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Jadi Tersangka, Diduga Minta Jatah Preman Rp 7 Miliar dari Proyek Jalan
- Seorang Pemuda Diamankan Polisi Karena Usai Menegak Miras Melakukan Penganiayaan
"Jadi bukan jatuh karena kita dorong, tapi keserimbet kaki sendiri," cerita Enas saat ditemui di Polsek Tangerang.
"Bukan membela diri, tapi kejadiannya tidak serta merta seperti yang ada di dalam vidio yang beredar. Awal mula kejadiannya tidak diceritakan dalam rilis tersebut," Ujar Enas.
Ia juga menepis melakukan aksi pemukulan, di dalam vidio jelas hanya saling dorong dan tidak ada pemukulan.
"Di vidio kan jelas tidak mukul hanya saling dorong. Kita hanya ingin melerai karena sudah emosi semua. Ya cerita awal kejadian karena kita menegor agar cucian piring dan meja dagangan di geser karena itu dekat akses keluar masuk gerobak pedagang, namun tidak pernah diindahkan, mejanya panjang banget itu punya Coki pedagang Gudeg Pasar Lama, " ujarnya.
"Pas kejadian itu lanjutnya, menuduh kita sebagai preman disana dan diduga mengambil HP, sehingga memicu reflek dan situasi memanas (spontanitas Red.) karena menuduh kami mencuri HP. Coki emosi mencekik, merobek kaos saudara iyan dan mencakar dada sebelah kiri, sebenarnya yang preman dia atau kami," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Enas kami juga akan menempuh jalur yang sama karena saudara kami Iyan mengalami luka dan sakit tenggorokan karena dicekik oleh Coki. bahwa dari pihaknya juga mengalami sakit. Setelah kejadian kita langsung dibawa ke Polsek.
"Untuk konsekuensi kita terima dan jalani. Namun di kita juga ada korban dan juga akan melakukan laporan resmi dan melakukan visum," tegasnya.
Enas berharap kasus ini terang benderang dengan melihat awal "duduk permasalahan sehingga semuanya jelas. Karena yang dagang (Coki) ditempat tersebut bukan hanya dia sendiri," pungkasnya.
Sementara itu sebelumnya Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan kepada media, peristiwa pengeroyokan tersebut bermula dari cekcok antara pelaku dan korban terkait penempatan ember cucian piring serta ukuran meja lapak milik korban di area Pasar Lama.
“Pelaku mempermasalahkan ember dan meja lapak milik korban. Saat korban membantah karena merasa sudah lama berjualan di lokasi tersebut, para pelaku tersulut emosi lalu melakukan pengeroyokan secara bersama-sama,” ujar Jauhari.Jhn














