- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Anis Tekankan Perempuan Politik Harus Fokus Pada Peningkatan Kualitas Diri

Megapolitanpos.com, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Timur, Anis Byarwati, menjadi narasumber pada acara Webinar Peningkatan Kapasitas Perempuan Dalam Rangka Kesetaraan Gender di Jakarta Timur yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Jakarta Timur pada Kamis (27/10/2022). Narasumber lain yang hadir pada acara ini adalah Achmad Yani Rivai Yusuf, Kepala Suku Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur, dan Dermawan, Asisten Deputi Politik dan Hukum Kementerian PPAP RI.
Dalam paparannya, Anis menjelaskan bahwa selama ini politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dunia kotor, yang tidak pantas dimasuki oleh perempuan. Politik bagi perempuan identik dengan sesuatu yang aneh karena politik dikaitkan dengan kekuasaan, kesewenangan, pengerahan massa dan kompetisi-kompetisi yang tidak melekat dalam diri perempuan yang mengutamakan perdamaian dan harmoni. Namun sesungguhnya menurut Anis, kekuasaan pada dasarnya netral. Ia bisa digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya.
“Di dunia politik, kekuasaan yang digunakan dengan baik diwujudkan melalui kepatuhan, perubahan dan pembaharuan. Kenyataan membuktikan, dimana pun seorang warga negara baik laki-laki dan perempuan tidak mau berpolitik, secara sadar atau tidak sadar ia menyerahkan nasibnya kepada orang lain. Karena mereka yang aktif dalam politiklah yang nantinya akan membuat keputusan dan mengatur kehidupan warga negara yang tidak mau berpolitik itu,” papar Anis.
Baca Lainnya :
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Tegaskan Komitmen Utamakan Nasabah
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga menguraikan mengenai pentingnya perempuan terlibat dalam politik. Beberapa poin yang disampaikan oleh Anis diantaranya karena setengah jumlah penduduk Indonesia adalah perempuan. Kaum perempuan ini memiliki potensi yang besar dan kontribusi perempuan sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia.
Partisipasi perempuan merupakan salah satu prasyarat dan pemenuhan prinsip dasar demokrasi. Kehadiran perempuan di dunia politij juga untuk memenuhi prinsip keterwakilan substantif, yaitu sejauhmana kebijakan yang dihasilkan oleh wakil rakyat sungguh-sungguh memenuhi kepentingan konstituennya.
Selain itu, kehadiran perempuan di dunia politik merupakan upaya untuk mendorong terciptanya keseimbangan dalam pelaksanaan peran-peran antara laki-laki dan perempuan.
Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini juga menyampaikan bahwa kehadiran perempuan di dunia politik tidak lepas dari berbagai masalah. Masalah yang kerap dihadapi perempuan yang terjun di dunia politik diantaranya penunaian keseimbangan berbagai peran yang disandangnya, pandangan masyarakat yang negative terhadap dunia politik, kurangnya dukungan keluarga, kurangnya kepercayaan diri dan kurangnya dukungan finansial.
Anis pun berpesan agar perempuan yang telah dan berminat untuk terjun di dunia politik, dapat terus meningkatkan kualitas dirinya. “Peningkatan kualitas diri dalam hal kepemimpinan, membangun kekuatan mental, meningkatkan keterampilan komunikasi, membiasakan Analisa dan cara berfikir kritis, dan meningkatkan berbagai keterampilan teknis lainnya,” tutup Anis. (ASl/Red/MP).


.jpg)
.jpg)












