Breaking News
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Anis Himbau Generasi Milenial tidak Terjebak Dalam Euforia Crypto Currency

Jakarta (MegapolitanPos.com): Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati menyampaikan pandangannya terkait dengan persoalan Crypto Currency yang mulai menjadi komoditas investasi baru yang banyak diminati di Indonesia. Anis menyoroti jumlah pengguna crypto currency yang mengalami peningkatan pesat di awal Tahun 2022. Anis mengungkap data dari Kementerian Perdagangan, bahwa pengguna Crypto mencapai 11,2 juta orang pada Januari 2022. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan investor pasar modal yang masih berada di kisaran 7 juta investor. Dilihat dari segi nilai transaksi, imbuhnya, Crypto currency juga menunjukkan perkembangan yang tak kalah signifikan hingga mencapai angka 856 triliun. Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini mengkhawatirkan pengawasan pemerintah saat ini yang belum mampu mengimbangi pesatnya perkembangan crypto currency hingga memicu ketidakstabilan di pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, peran Lembaga pengawasan yang ada saat ini perlu diperkuat. Sebagaimana diketahui saat ini, yang melakukan fungsi pengawasan di pasar crypto saat ini adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) “Bappebti dibutuhkan untuk melakukan fungsi pengawasan dengan lebih ketat karena jumlah investor dan transaksinya sudah besar. Hal ini untuk mengantisipasi dan memitigasi moral hazard, kecurangan, penipuan, dan sebagainya,” kata Anis dalam keterangannya, Kamis (10/2/22). Anis juga mengimbau ada informasi yang berimbang terkait kripto ini, sehingga masyarakat tidak saja mengetahui tentang keuntungan menggunakan kripto, tetapi juga mengetahui resikonya. Di Indonesia, Bank Indonesia menyatakan bahwa kepemilikan kripto sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab. Apalagi tak sedikit negara-negara di Asia juga melarang penggunaan mata uang kripto. Menilik lebih jauh, Anis juga meemaparkan data proporsi pengguna crypto currency yang didominasi oleh generasi milenial. “Saat ini, mayoritas investor crypto berusia 18-35 Tahun, yakni mencapai 66% dari keseluruhan jumah investor,” papar Anis. Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta I ini mengapresiasi antusiasme generasi milenial untuk berpartisipasi aktif di sektor keuangan, akan tetapi Anis menganjurkan untuk tidak serta merta terjebak dalam euforia crypto yang menjanjikan persentase profit yang begitu menjanjikan dalam setiap transaksinya. Sebagai gantinya, Anis mengimbau generasi milenial memilih opsi lain dengan berkontribusi pada sektor rill yang sudah jelas dapat menggerakkan roda perekonomian negara.(ASl/Red/MP).


.jpg)













