- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
Anggota DPR RI Arzeti Bilbina Dukung Susu Ikan Sebagai Alternatif Susu Sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyatakan dukungannya terhadap wacana penggunaan "susu ikan" sebagai pengganti susu sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis yang diusulkan oleh Presiden terpilih Pilpres 2024, Prabowo Subianto.
Arzeti menyebutkan bahwa gagasan ini sangat positif dan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan gizi masyarakat.
“Kami menyambut positif usulan tersebut, sangat baik,” ujar Arzeti saat menanggapi berita tentang rencana menu minuman "susu ikan" sebagai bagian dari program tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu, 11 September 2024.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
Namun, Arzeti menekankan bahwa penamaan "susu ikan" perlu diperbaiki. Ia berpendapat istilah yang lebih tepat adalah "minuman bergizi tinggi dari ikan", karena menurut para ahli gizi, penggunaan istilah "susu" sebaiknya dibatasi pada produk yang berasal dari kelenjar puting.
“Lebih tepat apabila dinamakan minuman bergizi tinggi dari ikan,” jelasnya. Ia juga menambahkan, “Ahli gizi kurang menyetujui istilah 'susu ikan' karena susu itu berasal dari puting, sementara ikan tidak memilikinya. Jadi, sebaiknya digunakan istilah yang lebih sesuai.” imbuhnya.
Terlepas dari masalah penamaan, Arzeti sangat mendukung penggunaan ikan sebagai sumber gizi dalam program tersebut. Ia menekankan bahwa ikan kaya akan omega-3, yang penting untuk perkembangan kecerdasan anak-anak.
“Kandungan dari ikan, seperti omega-3, sangat mendukung pembentukan generasi emas di masa depan. Ikan juga merupakan sumber protein berkualitas, vitamin, dan mineral yang mendukung kesehatan otak, kulit, serta meningkatkan sistem imun,” ujar Arzeti.
Ia juga menyoroti keunggulan ikan dibandingkan dengan sumber hewani lainnya, terutama dalam hal kandungan lemak baik dan omega-3 yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan otak.
Namun, Arzeti mengingatkan bahwa produsen minuman berbasis ikan saat ini masih terbatas, sehingga perlu dipertimbangkan ketersediaan produk sebelum dimasukkan secara rutin ke dalam program.
“Produk ini belum banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Perlu dipastikan ketersediaannya agar konsisten di dalam menu,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa, seperti halnya susu sapi, "susu ikan" bisa menimbulkan alergi pada beberapa individu, serta faktor penerimaan rasa dan aroma yang mungkin tidak disukai oleh semua orang.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)




