- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Aksi Simpatik JRKJ Untuk Pemilu Damai, Tolak Pemilu Curang

Keterangan Gambar : Aksi Damai Jaringan Rakyat Kota Jakarta
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Tanggal 14 Februari nanti seluruh rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menunju TPS untuk memberikan suaranya kepada DPR, DRPD, DPD, dan Pilpres.
Pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. Namun harapan tersebut dibayang-bayangi oleh akan terjadinya kecurangan dalam pemilu 2024.
Bayang-bayang kecurangan itu sudah terlihat sejak tahapan pemilu dimulai dari pendataan pemilih, dimana ditemukan 50 juta data pemilih fiktif, dirubahnya peraturan syarat umur maju sebagai capres dan cawapres oleh MK yang terbukti melanggar etik hakim konstitusi, tendensi ketidaknetralan TNI/Polri serta kepada daerah, keberpihakan presiden RI kepada salah satu calon, dan terakhir adalah terjadinya pelanggaran kode etik ketua KPU dalam proses penerimaan cawapres Gibran.
Baca Lainnya :
Bayang-bayang ini mengarah kepada kekhawatiran sejumlah pihak terhadap berjalannya pemilu secara curang sehingga berpotensi menimbulkan chaos.
Untuk itu Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) dalam aksi simpati *"PEMILU DAMAI, TANPA KECURANGAN"*, Selasa, 13 Februari 2024 di KPU RI menyerukan :
1. Menghentikan segala bentuk upaya tendensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024, karena kecurangan dalam pemilu adalah kematian bagi demokrasi di Indonesia.
2. Presiden Joko Widodo untuk dapat memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung Jujur dan Adil.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk ikut berperan aktif memastikan pemilu 2024 berjalan tanpa kecurangan dengan ikut mengawasi dan mengawal suara dari mulai TPS, Kelurahan, Kecamatan, KPUD sampai tingkat KPU RI.
Demikian siaran pers JRKJ, hidup demokrasi, Pemilu Dama Tanpa Kecurangan.










.jpg)





