- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
Aksi Simpatik JRKJ Untuk Pemilu Damai, Tolak Pemilu Curang

Keterangan Gambar : Aksi Damai Jaringan Rakyat Kota Jakarta
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Tanggal 14 Februari nanti seluruh rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menunju TPS untuk memberikan suaranya kepada DPR, DRPD, DPD, dan Pilpres.
Pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. Namun harapan tersebut dibayang-bayangi oleh akan terjadinya kecurangan dalam pemilu 2024.
Bayang-bayang kecurangan itu sudah terlihat sejak tahapan pemilu dimulai dari pendataan pemilih, dimana ditemukan 50 juta data pemilih fiktif, dirubahnya peraturan syarat umur maju sebagai capres dan cawapres oleh MK yang terbukti melanggar etik hakim konstitusi, tendensi ketidaknetralan TNI/Polri serta kepada daerah, keberpihakan presiden RI kepada salah satu calon, dan terakhir adalah terjadinya pelanggaran kode etik ketua KPU dalam proses penerimaan cawapres Gibran.
Baca Lainnya :
Bayang-bayang ini mengarah kepada kekhawatiran sejumlah pihak terhadap berjalannya pemilu secara curang sehingga berpotensi menimbulkan chaos.
Untuk itu Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) dalam aksi simpati *"PEMILU DAMAI, TANPA KECURANGAN"*, Selasa, 13 Februari 2024 di KPU RI menyerukan :
1. Menghentikan segala bentuk upaya tendensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024, karena kecurangan dalam pemilu adalah kematian bagi demokrasi di Indonesia.
2. Presiden Joko Widodo untuk dapat memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung Jujur dan Adil.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk ikut berperan aktif memastikan pemilu 2024 berjalan tanpa kecurangan dengan ikut mengawasi dan mengawal suara dari mulai TPS, Kelurahan, Kecamatan, KPUD sampai tingkat KPU RI.
Demikian siaran pers JRKJ, hidup demokrasi, Pemilu Dama Tanpa Kecurangan.















