Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi

By Sigit 05 Mei 2026, 16:01:50 WIB Jawa Barat
Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin, SM, SH


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ambruknya bangunan SDN Mirat III di Kecamatan Leuwimunding tak hanya menyisakan puing, tetapi juga memantik alarm serius soal kualitas proyek pembangunan. Namun, Komisi III DPRD Majalengka menegaskan, temuan di lapangan saat ini masih sebatas pengamatan kasat mata belum kesimpulan teknis.

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM SH turun langsung ke lokasi bersama tim pada Selasa (5/5/2026). Dari peninjauan awal, terlihat sejumlah kejanggalan visual pada struktur bangunan yang memunculkan tanda tanya besar.

Namun Iing menahan diri untuk tidak berspekulasi. "Yang kami lihat ini baru kasat mata. Untuk memastikan penyebabnya, harus ada kajian teknis dari dinas terkait," tegasnya.

Baca Lainnya :

Meski belum masuk ranah teknis, kondisi di lapangan dinilai cukup untuk menjadi alarm awal. Susunan rangka atap dan material penopang yang terlihat tidak lazim memicu dorongan kuat agar investigasi segera dilakukan secara menyeluruh.

Di sisi lain, Iing mengingatkan bahwa standar sebenarnya sudah jelas. Dinas PUTR Majalengka telah menetapkan penggunaan baja ringan dengan spesifikasi tertentu, termasuk kewajiban garansi dari aplikator selama 10 hingga 15 tahun. Bahkan, PUTR juga memegang peran sebagai Quality Control (QC) untuk menjamin mutu seluruh proyek, lintas dinas.

Pertanyaannya kini, apakah standar itu benar-benar diterapkan di lapangan?

Komisi III DPRD Majalengka langsung mendesak audit teknis menyeluruh, tidak hanya pada SDN Mirat III, tetapi juga proyek lain pada periode yang sama termasuk yang diduga dikerjakan oleh pengusaha pada waktu itu.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada potensi masalah serupa di bangunan sekolah lain.

Sebagai pembanding, DPRD juga mendorong peninjauan proyek yang dianggap telah memenuhi standar, seperti Aula Kejaksaan Negeri Majalengka, guna melihat secara langsung implementasi kualitas konstruksi yang semestinya.

Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun bagi Komisi III, ini bukan sekadar peristiwa biasa melainkan sinyal kuat bahwa sistem pengawasan harus diperketat.

"Ini menyangkut keselamatan. Jangan sampai kita menunggu korban baru bergerak," tandas Iing.

Kini, publik menanti hasil investigasi teknis. Karena di balik temuan kasat mata hari ini, bisa jadi tersimpan persoalan yang jauh lebih dalam. ** (Agit)




  • Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka

    🕔05:37:39, 05 Mei 2026
  • Satnarkoba Ungkap Modus Baru! Produksi Narkotika Cair di Rumah Warga

    🕔10:47:03, 05 Mei 2026
  • Job Fair Majalengka 2026 Hadirkan 3.536 Lowongan, Ribuan Tenaga Kerja Mulai Terserap

    🕔11:52:35, 05 Mei 2026
  • Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi

    🕔16:01:50, 05 Mei 2026
  • Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi

    🕔10:26:31, 04 Mei 2026