- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
- H.Alhadi Ajak Umat Muslim Seimbangkan Waktu Bermedia Digital dengan Membaca Al Qur\'an
- Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
Wow, Harga Kios di Pasar Kotabumi ditawarkan dari Rp200 Juta Hingga 1Milyar

Keterangan Gambar : Pasar Kutabumi
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Harga Kios yang ditawarkan perumda pasar yang dinilai tidak terjangkau menjadi alasan ratusan pedagang pasar kotabumi meminta pemerintah daerah kabupaten Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun harga untuk satu unit kios berukuran 3 x 3 dipatok paling murah 207 Juta dan tertinggi berukuran 6 x 6 dipatok 1milyar lebih.
Baca Lainnya :
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
Kendati dapat dicicil selama 18 kali dengan uang muka minimal 40 %, para pedagang masih merasa keberatan dengan harga yang dipatok.
Bukan cuma itu, kekhawatiran akan sepinya pembeli lantaran tata letak tempat usaha yang dinilai rancu menjadi pertimbangan para pedagang mendesak Pemda Tangerang meninjau kembali rencana revitalisasi pasar Kotabumi.
"Tata letak yang sekarang aja cuma cukup buat makan, apalagi nanti yang harus membayar ratusan juta udah gitu letak kios kami yang berdagang pakaian ditaruh diatas sudah pasti akan tambah sepi," ungkap salahseorang pedagang pasar yang enggan disebutkan namanya dengan pertimbangan keamanan kepada wartawan Jumat (29/9/2023).
Menurutnya, pasca kerusuhan yang terjadi beberapa hari kebelakang menjadikan omset penjualan para pedagang terjun bebas lantaran para pembeli merasa khawatir akan kejadian kerusuhan susulan.
"Parah banget bang, ngga rusuh aja udah sepi ditambah lagi kemaren ada kerusuhan ya ancur - ancuran kita disini bang dagang," jelas dia.
Ditempat terpisah, Rizky Affandy Koordinator Gerakan Sipil Tangerang Raya (GESTUR) menilai Perumda Niaga Kerta Raharja kurang lihai dalam melihat, memahami situasi dan kondisi pasar yang ada dikabupaten Tangerang.
"Mereka pedagang kecil yang baru saja atau mungkin tengah melakukan pemulihan pasca dihantam Covid, masa iya mereka harus kembali dibebankan biaya yang kami rasa itu memberatkan," ungkap Rizky kepada Wartawan.
Menurut dia, para pedagang pasar Kotabumi telah melihat beberapa contoh pasar usai direvitalisasi dikabupaten Tangerang yang saat ini dinilainya kurang maksimal.
"Tidak perlu jauh - jauh, mereka melihat sendiri revitalisasi pasar Cisoka, memang betul pasar yang sudah direvitalisasi terbilang representatif dan layak, namun dari sisi lainnya para masyarakat lebih memilih pasar Cisoka lama yang hingga saat ini tidak kunjung ditertibkan lantaran kurangnya ketegasan dari para pemangku kebijakan," jelas Rizky.
Hal senada diungkapkan ketua DPRD Kabupaten Tangerang Khalid Ismail yang mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi atas rencana revitalisasi tersebut.
"Saya minta kepada Pemkab Tangerang untuk segera melakukan evaluasi terhadap Perumda Niaga Kerta Raharja dan evaluasi kegiatan rencana revitalisasi Pasar Kutabumi," ujar Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail dikutip dari Tribunnews.
Menurut dia, evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk meninimalisir kembalinya konflik yang berujung perusakan dan penganiayaan yang mengakibatkan jatuhnya korban.
"Kemudian setelah evaluasi kita tungggu hasilnya seperti apa, apakah kemudian program ini sementara ditunda atau bagaimana, sambil menunggu kondisivitas di masyarakat," ujar dia.
Dirinya mendorong kepada pihak Polresta Tangetang untuk dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut.
"Saya berharap kepada pihak Kepolisian mengusut tuntas bagi oknum-oknum yang dengan sengaja sudah melakukan tindakan diluar ketentuan hukum berlaku," ujar Kholid.
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang tak dikenal yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) menyerang pedagang Pasar Kutabumi.(Tim)









.jpg)







