Breaking News
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Satgas Sampah Kodim 0510/Tigaraksa Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Gandaria Kresek.
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Penyaluran Tali Asih PPKH 281 PT NPR, Pemdes dan BPD Karendan-Muara Pari Jelaskan Mekanisme
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
Warga Protes Macet, Dishub Kota Tangerang Berlakukan Jalan Satu Arah

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Sebelum di buat jalan satu arah warga pengguna jalan protes kemacetan di sepanjang jalan Daan Mogot, kini Dishub Kota Tangerang melakukan uji coba rekayasa satu jalur di Daan Mogot, Leo Baru dan Bouraq yang terhubung ke jalan Pembangunan dan seterusnya. Sejak Minggu kemarin, uji coba ini sudah berlangsung sejak tanggal 20 Pebruari 2022. Uji coba ini memberi pengaruh dan dampak yang positif untuk pengguna Jalan Daan Mogot. Sehingga, situasi di Jalan Daan Mogot berlangsung lancar. "Pada pagi hari itu ternyata ada pengalihan beban dari Daan Mogot pindah ke Lio Baru dan Bouraq, sehingga volume kendaraan menjadi sangat tinggi." Ujar Wahyudi Iskandar selaku Kadishub Kota Tangerang, Selasa (22/02/2022). Adapun uji coba ini dilakukan selama satu bulan ke depan, dan akan tetap dilakukan evaluasi setiap hari untuk menemukan rekayasa jalan sebelum Dishub memberlakukan aturan permanen. Disamping itu, pengendara jalan Daan Mogot mengeluh karena merugikan pengguna jalan dari segi tenaga maupun bahan bakar. Penumpukan terjadi saat kendaraan hendak memutar di jembatan sungai Mookervart, karena ada pertemuan arus dengan kendaraan di jalan bouraq, dengan kondisi jalan lebih sempit. (Afra Tabitha, Muhammad Fiqih, Fanisa Aulia, Raghil Agustyas)
















