- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan
- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
Wamenkop Tegaskan Peran Universitas Perkuat Koperasi Dukung Kemajuan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah
MEGAPOLITANPOS.COM, Ambon - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menekankan kembali peran Perguruan Tinggi/Universitas dan alumninya yang sangat vital, dalam transformasi koperasi menjadi ekosistem inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan koperasi sebagai pilar utama sebagai pertahanan dan kemajuan ekonomi di daerah, termasuk dari Ambon.
Ikatan Alumni Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon misalnya, diharapkan dapat berkontribusi dalam riset model bisnis, digitalisasi manajemen, pengembangan branding produk, dan membuka akses pasar global bagi koperasi.
“Dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, kerja sama itu sangat dibutuhkan. Tidak hanya menggerakkan usaha bersama, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa,” ujarnya dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Unpatti (Ikapatti) ke-II sekaligus Seminar bertajuk ‘Berdaya Bersama Ikapatti: Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Koperasi dan UMKM,’ di Ambon, Senin (3/11/2025).
Baca Lainnya :
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Menkop Tekankan Pentingnya Kolaborasi lintas sektor Percepat Kemandirian Ekonomi Desa
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
Wamenkop mengatakan, dengan pendekatan hexa-helix yang melibatkan Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, media, dan komunitas, Kopdes Merah Putih telah mencatat lebih dari 82 ribu koperasi dan 1,15 juta anggota.
Pemerintah mengajak semua pihak untuk melakukan aksi kolektif. Pemerintah Daerah diminta mendukung dengan fasilitasi dan insentif regulasi.
Sementara akademisi, melakukan riset dan evaluasi, pengusaha bermitra dengan koperasi secara fair, serta alumni dan masyarakat bergabung untuk memperkuat koperasi. “Koperasi, sebagaimana diajarkan Bung Hatta, adalah institusi yang memanusiakan manusia dan mengutamakan kesejahteraan kolektif di atas kepentingan individu,” ucapnya.
Wamenkop Farida menegaskan, dengan penguatan kelembagaan, digitalisasi, kolaborasi, dan dukungan perguruan tinggi serta alumni, koperasi diharapkan bangkit menjadi pilar utama ekonomi Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkeadilan.
Wamenkop Farida juga kembali mengingatkan, koperasi mendapat sorotan sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Sebagai satu-satunya bentuk usaha yang secara eksplisit diakui dalam Pasal 33 UUD 1945, koperasi memegang peranan penting dalam mengusung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian.
Namun, perjalanan koperasi di Indonesia belum sepenuhnya mulus, terutama setelah masa reformasi dan deregulasi ekonomi yang membuat koperasi sempat kehilangan daya tariknya dibanding korporasi besar dan sektor swasta.
Data terbaru hingga 2024 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 131 ribu koperasi dengan anggota mencapai lebih dari 27 juta orang. Volume usaha koperasi mencapai Rp214 triliun dan total aset mencapai Rp281 triliun.
“Meskipun angka ini belum terlalu besar, tren peningkatannya menunjukkan potensi besar koperasi jika didukung kebijakan yang tepat, teknologi digital, dan kelembagaan yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy menyampaikan dukungannya terhadap program-program yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan pengembangan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.
“Diperlukan sinergi yang kuat antar berbagai elemen masyarakat dan Pemerintah, untuk mewujudkan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di Maluku dan Indonesia pada umumnya,” ucap Fredy.
Dia menekankan, visi besar Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, menargetkan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi, berdaulat, adil, dan makmur pada tahun 2045.
Menurutnya, ada lima indikator utama yang menjadi fokus adalah peningkatan pendapatan berkapital, penurunan ketimpangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan peran global, serta penurunan emisi gas rumah kaca.
Oleh karena itu, berbagai inisiatif yang sedang berjalan di Unpatti, seperti pembangunan sarana olahraga, rumah sakit pendidikan, fasilitas air bersih, penataan kawasan kampus, hingga pembangunan perumahan dosen.
“Semua upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di lingkungan kampus, serta memperkuat ekonomi lokal,” katanya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)











