- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Polda Metro Ungkap Sindikat Peredaran Meterai Palsu, Dirjen Pajak Beri Penghargaan
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Wali Kota Ajak Jajarannya Tanamkan Anti Korupsi Dalam Pikiran dan Hati

Keterangan Gambar : Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma menghadiri puncak acara Festival Anti Korupsi bersama dengan Inspektur Provinsi DKI Jakarta
MEGAPOLITANPOS.COM, DKI Jakarta-Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma mengajak jajarannya untuk menanamkan anti korupsi ke dalam pikiran dan intuitif. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri puncak acara Festival Anti Korupsi bersama dengan Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat, di Pos Bloc, Rabu (23/11).
Menurut Dhany, korupsi merupakan kejahatan yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Sehingga melalui kegiatan hari anti korupsi ini kita menanamkan secara ontologi bahwa anti korupsi itu ada di dalam pikiran kita secara intuitif. Sehingga, kedepannya anti korupsi ini melekat kedalam perilaku.
“Jadi anti korupsi ini melekat tidak hanya berdasarkan aturan saja tetapi dalam perilaku kita harus dipegang teguh untuk menjaga integritas. Anti korupsi ini harus diamalkan bukan hanya orang per orang tapi secara keseluruhan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
Selain itu, Dhany juga menyampaikan persoalan korupsi ada kaitannya dengan etika sosial. Terjadinya korupsi dipengaruhi sikap permisif yang ada di masyarakat terhadap korupsi begitupun dengan organisasi. Sehingga ketika ingin membumikan nilai-nilai integritas budaya anti korupsi harus memiliki komitmen bersama bahwa korupsi merupakan musuh bersama yang harus diatasi bersama-sama.
“Melalui kegiatan ini diharapkan sudin, suban, camat, lurah harus ikut terlibat memerangi korupsi. Apalagi kita diatur dengan PP 94 tentang disiplin pegawai. Ada kewajiban umum, kewajiban ada larangan, di situ juga ada konsekuensi ketika itu dilanggar,” tegasnya.
Bus Anti Korupsi
Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian road show bus anti korupsi ke seluruh kota di DKI Jakarta. Sebelum acara puncak di Pos Bloc, Festival Anti Korupsi Jakarta Pusat digelar di SMKN 27 dan SMAN 77. Beragam kegiatan menyertai selain kehadiran dari bus anti korupsi.
“Dalam kegiatan juga digelar lomba poster, puisi dan film pendek bagi siswa. Kegiatan ini kolaborasi antara Inspektorat DKI Jakarta dengan wali kota dan UKPD di wilayah,” ujar Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat.
Dijelaskan Syaefuloh, bus dilengkapi fasilitas buku-buku anti korupsi, alat pemutar video dan area aktifitas dilengkapi pendingin ruangan. Setelah festival ini, bus itu dipastikannya akan terus bergerak ke sekolah, pusat keramaian, pelayanan, perbelanjaan dan perkantoran mengkampanyekan nilai-nilai anti korupsi di tengah masyarakat.
Di tempat yang sama, Inspektur Pembantu Kota Administrasi Jakarta Pusat, Taufik menerangkan, sebelum puncak perayaan Hari Anti Korupsi ini Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Administrasi Jakarta Pusat menghadirkan bus anti korupsi. Bus ini berkunjung ke sekolah dan mengedukasi para siswa dan masyarakat terkait nilai anti korupsi.
"Harapannya dengan terus kita menggulirkan gerakan ini akan tumbuh kesadaran dan budaya di jakarta untuk menolak, melawan, dan kita bebas dari perilaku korupsi," katanya.
Selain itu, lanjut Taufik, ke depan aktivitas bus anti korupsi ini akan terus dilakukan. "Bus ini akan tetap beroperasi dengan duta anti korupsi dalam menyebarkan nilai anti korupsi ke tiap sekolah-sekolah yang ada di wilayah Jakarta Pusat," tandasnya. (Ronald)




.jpg)












