- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
- Peringati HUT TNI Ke-81, Danrem Olahraga Bersama 2000 Masyarakat.
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan

Keterangan Gambar : Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-66.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-66 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pembukaan UKW berlangsung di Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diikuti 21 peserta yang terbagi dalam empat kelas kategori Muda dan satu kelas kategori Madya.
Baca Lainnya :
- Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
- Cari Sensasi Berujung Bui, 3 Pemuda Majalengka Ditahan Polisi
Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa kompetensi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kemampuan profesional, termasuk bagi wartawan.
“Selamat kepada seluruh peserta. Kompetensi tak bisa dilepaskan sebagai bagian tak terpisahkan untuk peningkatan kemampuan, sebagaimana juga untuk ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujar Arifin.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membuat arus informasi semakin cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi wartawan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses verifikasi dan memiliki tingkat akurasi yang baik.
“Sekarang semua serba cepat, di semua platform, termasuk media sosial. Tantangan buat wartawan, bagaimana mendapatkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, untuk validasi dan akurasinya,” jelasnya.
Arifin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media. Menurut dia, wartawan memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Salah satu contoh yang disampaikan Arifin adalah program pengelolaan dan pemilahan sampah. Program tersebut membutuhkan penyampaian informasi yang baik agar masyarakat memahami pengelolaan sampah organik dan anorganik hingga proses daur ulang.
“Menyampaikan program-program ke masyarakat. Misalnya, bagaimana Pemprov DKI Jakarta menyampaikan program ‘Pilah Sampah’. Pengelolaan sampah organik dan anorganik, dari tingkat RT. Di daur ulang. Dijual,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang kembali bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan UKW PWI Jaya.
Kesit mengungkapkan, Wali Kota Arifin sebelumnya juga menjadi tuan rumah UKW PWI Jaya Angkatan ke-65 yang digelar pada akhir Mei 2026. Saat itu, Arifin berharap seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten.
“Pak Arifin sudah berbaik hati menjadi tuan rumah UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya, akhir Mei 2026. Waktu itu, Pak Wali Kota berharap semua peserta kompeten. Harapannya terkabulkan. Semoga kali ini demikian juga, peserta 100 persen kompeten,” kata Kesit.
Sementara itu, Head of Media Relations Division Astra, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan UKW PWI Jaya Angkatan ke-66.
Ia mengatakan, Astra telah lama menjadi mitra strategis PWI Pusat dan membuka peluang untuk memperkuat kerja sama dengan PWI Jaya.
“Astra itu mempunyai banyak program, apalagi tahun 2026, saat Astra berusia 70 tahun,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, peringatan 70 tahun Astra mengusung moto “70 Tahun Astra, Berkarya Bersama Bangsa.”
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Agus Sudibyo, menyoroti pentingnya pelatihan bagi wartawan sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme.
Menurut Agus, UKW pada dasarnya merupakan sertifikasi kompetensi, bukan kegiatan pelatihan. Karena itu, Bidang Pendidikan PWI Pusat berencana melakukan reorientasi terhadap pelaksanaan UKW dan program pelatihan wartawan.
“UKW sertifikasi, bukan pelatihan. Ke depan, Bidang Pendidikan akan reorientasi. UKW penting, namun pelatihan-pelatihan jauh lebih penting; pelatihan dasar, mental, etika,” jelas Agus.
Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas TVRI tersebut mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap mata uji dengan serius. Ia juga meminta peserta mempersiapkan mental untuk menerima apa pun hasil UKW.
“ Ada dua kemungkinan pada setiap UKW, yakni lolos atau lulus, dan tidak lolos atau lulus. Nah, mentalnya harus siap,” tegas Agus.
UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya diharapkan tidak hanya menjadi proses sertifikasi kompetensi, tetapi juga momentum untuk memperkuat profesionalisme, etika, akurasi, serta tanggung jawab wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.Deskripsi
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin membuka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya yang diikuti 21 peserta. Wartawan diminta mengutamakan akurasi, verifikasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.(AS/MP).

.jpg)




.jpg)


.jpg)





