- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat _Live_ TikTok.
- Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
Untuk Ketahanan Pangan Sektor Gula, Kemenkop Bakal Perkuat Ekosistem Petani Tebu

Keterangan Gambar : saresehan bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota KPUB
MEGAPOLITANPOS.COM, Mojokerto - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bakal memperkuat ekosistem petani tebu di Jatim, khususnya di Koperasi Produsen Usaha Bersama (KPUB) Rosan Kencana berikut koperasi-koperasi primernya, dalam memproduksi tebu guna menjaga ketahanan pangan sektor gula nasional.
"Kita akan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya seperti para Kepala Dinas setempat, Pabrik Gula (PG), dan koperasinya," ucap Direktur Utama (Dirut) LPDB Supomo, mewakili Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dalam acara saresehan bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota KPUB Rosan Kencana di Ponpes Segoro Agung, Mojokerto, Rabu sore (19/2).
Di acara yang dihadiri pengasuh Ponpes Segoro Agung KH Bimo Agus Sunarno, Supomo menjelaskan bahwa kolaborasi itu penting agar penyaluran dana bergulir bisa tepat sasaran dan tepat guna.
Baca Lainnya :
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
"Jadi, Kemenkop melalui LPDB akan memastikan bahwa dana yang disalurkan itu bisa kembali dan bisa disalurkan kembali kepada para petani lainnya," kata Supomo.
Supomo menambahkan, pihaknya akan membantu cara mengajukan proposalnya, dan yang berada di daerah tidak perlu harus datang ke Jakarta karena sudah ada yang namanya e-Proposal. "Kita akan pandu dari Jakarta dalam pembuatan proposal melalui telepon, email, dan sebagainya," ucap Supomo.
Lanjut Supomo, untuk mendapatkan dana bergulir dari LPDB, koperasinya harus sehat secara kelembagaannya. "Kalau tidak sehat, bagaimana bisa koperasi mengembalikannya. Karena, ini kan uang rakyat juga," ungkap Supomo.
LPDB melakukan sosialisasi di tingkat provinsi dengan mengumpulkan beberapa koperasi bekerja sama dengan dinas-dinas koperasi provinsi dan kabupaten/kota. Dari situ LPDB bisa melihat, dimapping mana yang tidak sehat atau lainnya.
"Hal terpenting itu, para pengurus koperasi dalam rangka penyehatan ini harus mempunyai jiwa entrepreneur," ucap Supomo.
Supomo optimis penyaluran dana bergulir di KPUB Rosan Kencana bisa berjalan lancar karena akan menduplikasi yang sudah dilakukan LPDB di Kabupaten Malang. "Yang dilakukan di Kebon Agung Malang yang akan kita duplikasi di sini. Ekosistem seperti itulah yang akan kita buat," ucap Supomo.
Di Malang, LPDB mengucurkan dana bergulir sekitar Rp40 miliar sampai Rp60 miliar. "Itu untuk satu periode tanam, pembelian pupuk, hingga untuk tebang angkut. Bahkan, sekarang kita sudah MoU dengan holdingnya PG Krebet yaitu Rajawali I dan ID Food," kata Supomo.
Namun, Supomo belum bisa memastikan apakah penyaluran dana bergulir itu melalui koperasi sekundernya (KPUB Rosan Kencana) atau melalui koperasi-koperasi primernya. "Lewat sekundernya memungkinkan, mau langsung ke primernya silakan," kata Supomo.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KPUB Rosan Kencana Pungkasiadi menjelaskan bahwa anggota primernya saat ini sebanyak 46 koperasi dengan total petani 70 ribu di 24 kabupaten/kota di Jatim yang memiliki perkebunan tebu.
"Kita berharap swasembada pangan nasional sektor gula ini bisa segera terwujud pada 2027 mendatang," kata Pungkasiadi.
Terlebih lagi, kata Pungkasiadi, KPUB Rosan Kencana Jawa Timur pernah sebagai pelaksana Program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional di Jawa Timur Tahun 2004-2008, serta menjadi wadah kelembagaan koperasi bagi para petani tebu di Jatim, yang sampai sekarang telah berjalan dengan baik.
"Dan itu sudah dirasakan banyak manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Jatim," ujar Pungkasiadi. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)
.jpg)










