- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
Tanggapi Wadulan Masyarakat Ketua GP Ansor Akan Ambil Langkah Pro aktif Adanya Cafe Cethe Nglegok

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masyarakat Blitar resah akibat adanya cafe cethe yang tempatnya sangat terkesan kurang menghargai adanya tempat riligi Syeh Subakir dan sentono.
Dimana keberadaan Cafe yang diduga tak mengantongi perijinan ini dianggap menciderai martabat agama. Betapa tidak disaat saat masyarakat kususnya umat muslim yang sedang zaroh makom, tak jarang menemukan pemandangan tak sedap, misal pemandu lagu dan pengunjung Cafe mabuk dan muntah.
Kondisi ini diperkuat oleh keterangan warga pengunjung sebut saja Im yang mengaku warga tulungagung mengadu kepada wartawan belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
Menanggapi hal ini ketua GP Ansor Kabupaten Blitar Hermawan kepada awak media menyampaikan, peran Ansor sebenarnya selalu mendukung pihak aparat dalam penertipan dan penegakan aturan.
"Kami sangat menyayangkan kalau ada tempat religi terdapat sebuah tempat yang menurut saya tidak pada tempatnya, seperti tempat karaoke yang sangat dekat sekali dengan makom Syeh Subakir dan Sentono,"tuturnya.
Hermawan yang juga akrab disapa Kondo ini sangat berharap Pemerintah Kabupaten Blitar maupun aparat di Kecamatan Nglegok memberi peringatan.
"Seharusnya hal ini menjadi tugas penegak Perda Satpol PP, bila sudah mendapat komplain masyarakat, ya hendaknya para pemangku kepentingan ini tanggap, memberikan tegoran dan solusi, pindah lokasi atau tetap berada disitu namun tidak lagi berpraktik Cafe Karaoke.
Selanjutnya karena adanya Cafe Cethe ini sudah menuai protes warga, " Kami akan berkordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk koordinasi, dan ini juga sebagai tamparan keras bagi Ansor bila hal ini terjadi pembiaran, karena urusanya sudah menyangkut agama,"pungkasnya (za/mp)









.jpg)






