- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
Sugeng Teguh Santoso Sebut Dirinya Bukan Kader PSI, hanya Memiliki Kesamaan Platform

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Anggota DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso( STS) mengatakan, dirinya bukan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meskipun ia ditunjuk sebagai Ketua DPD PSI Kota Bogor sejak 2019 lalu.
" Saya jelaskan disini, Saya itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI Kota Bogor ya. Apakah saya kader PSI? Bukan. Saya bukan kader PSI," kata Sugeng ditengah acara syukuran menyambutnya menjadi Anggota DPRD Kota Bogor periode 2024-2029 di Komunitas Kandang ayam Jl Daksinapati Raya, Rawamangun Jakarta Timur, Minggu,( 15/09).
" Karena saya tidak pernah dikader PSI ya. Jadi ketika saya ditunjuk sebagai Ketua PSI Bogor, saya melihat PSI sebagai partai yang masih kecil waktu itu, memiliki kesamaan platform di dalam hal ideologi. Yakni dalam soal toleransi, kesetaraan, pluralisme dan anti korupsi," kata Sugeng yang juga Ketua Indonesia Police Watch(IPW).
Baca Lainnya :
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Zenal Abidin Ikuti Doa dan Dzikir Bersama, Doakan Bogor Dijauhkan dari Bencana
- HUT ke-67 Pelopor, Adityawarman: Semoga Brimob Presisi Makin Solid dan Kuat
- DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
Karena kesamaan platform itu menurut Sugeng, PSI mungkin melihat dirinya sebagai orang yang cocok menjadi Ketua DPD PSI Kota Bogor.
"Saya terima, tapi sebagai kader tidak," tegasnya, Kalau dikader kan, saya harus dikader, anak ideologis. Saya gak pernah dikader oleh PSI. Bahkan kalau saya mau bilang kalau sekarang PSI Ketuanya Bro Kaesang, saya bisa kader dia, untuk bisa saya latih bagaimana sesungguhnya membela rakyat," kata Sugeng.
Selanjutnya Sugeng menegaskan bahwa dirinya seorang politisi yang berjiwa independen.
saya ini seorang politisi yang berjiwa independen. Saya tidak akan tunduk pada sikap-sikap partai yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ideologis yang diperjuangkan. Tapi saya akan nurut, ketika nilai-nilai ideologis itu diwujudkan," ujarnya.
*Menyikapi Kisruh Pasar Tumpah*
Disisi lain, Keberadaan Pasar Tumpah di Jalan Merdeka, Bogor Tengah mulai dikeluhkan warga. Satu sisi, pedagang juga mengaku takut intimidasi dan premanisme yang dilakukan oknum ormas jika bersedia direlokasi oleh Pemkot Kota Bogor.
Terkait hal itu Sugeng berpendapat, mencari penghidupan melalui usaha itu memang adalah haknya para pedagang, tetapi hak yang digunakan tidak boleh mengganggu ketertiban umum dan mengurangi hak pemakai jalan.
Yang kedua Sugeng memaparkan, berdasarkan data yang ada, informasi yang dia dapatkan dari masyarakat bahwa para pedagang di Pasar Tumpah itu sebenarnya bukan orang Kota Bogor. Mereka para pedagang yang datang dari kabupaten.
" Nah warga Kabupaten ini mendapatkan uang di Kota Bogor. Tetapi mereka kan tidak juga memberikan insentif buat Kota Bogor dalam bentuk APBD. Dia aja bayar PBB nya di Kabupaten," paparnya.
Sugeng menduga adanya pungli yang dilakukan oknum ASN setempat dalam pengelolaan pasar tumpah tersebut, seperti penerangan lampu bagi para pedagang di malam hari yang si kutip oleh oknum ASN.
Saya menduga adanya oknum ASN atau TNI yang mengutip para pedagang dan ini berlangsung terus karena pj Walikotanya kurang berani bertindak, tidak seperti Kabupaten Bogor, pak bupatinya berani kan bersihin wilayah puncak gak ada beban ya karena dia enggak punya kepentingan di sana," Pungkas Sugeng.(Reporter: Alek).

.jpg)

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)




