Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global

By Achmad Sholeh(Alek) 20 Okt 2026, 14:04:27 WIB Megapolitan
Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global

Keterangan Gambar : Pemprov DKI Perkuat Sinergi BUMD-BUMN, Bidik Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, target menjadikan Jakarta masuk dalam 50 besar kota global pada 2030 membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Fokusnya meliputi penguatan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan teknologi informasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Lainnya :

“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujarnya.

Menurutnya, BUMD memiliki peran strategis sebagai *Special Mission Vehicle* (SMV), tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga mendukung pelayanan publik dan menggerakkan perekonomian daerah.

Karena itu, setiap kerja sama harus ditindaklanjuti dengan program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik. Keberhasilan kolaborasi, kata dia, harus dilihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Tercatat 52 Kerja Sama Strategis

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta melaporkan, hingga Triwulan III 2026 tercatat 52 kerja sama strategis. Jumlah tersebut terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 kerja sama antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD Jakarta.

Kerja sama itu mencakup sektor transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan, serta layanan perbankan.

Pemprov DKI juga mengembangkan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat. Hingga akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.

Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, *housekeeping*, perhotelan, dan kelistrikan.

15 Kerja Sama Lintas Sektor

Dalam kegiatan tersebut, ditandatangani 15 kerja sama yang meliputi sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan, ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, dan transportasi publik.

Di bidang kesehatan, delapan BUMD menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah. Kerja sama mencakup dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan, penjaminan, serta integrasi wisata kesehatan dan perhotelan.

Sementara itu, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta bekerja sama dengan perangkat daerah untuk mendukung akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.

Pada sektor pendidikan, PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menjalin kerja sama dengan SMK 58 Jakarta untuk mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui fasilitasi pameran karya peserta didik.

Penguatan infrastruktur digital dilakukan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo melalui kerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia. Kolaborasi dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup pemanfaatan sarana periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Di bidang energi berkelanjutan, Perumda Paljaya bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan limbah *Fat, Oil, and Grease* (FOG) sebagai bahan baku biofuel. PT Transportasi Jakarta juga bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.

Sinergi antar-BUMD turut dilakukan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan kawasan, properti, serta konsep *Transit-Oriented Development* (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.

Adapun dalam sektor transportasi, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta terkait pembiayaan elektrifikasi armada operator. Bank Jakarta juga menandatangani perjanjian kredit dengan PT MRT Jakarta untuk pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.

Kepala Badan Pembinaan BUMD menyatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang modern, tangguh, dan mandiri.

Pemprov DKI Jakarta berharap seluruh kesepakatan tersebut segera diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat terukur bagi masyarakat, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Melalui sinergi BUMD, BUMN, dan perangkat daerah, Jakarta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.(AS/MP).




  • Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global

    🕔14:04:27, 20 Okt 2026
  • Pemprov DKI dan TNI/Polri Sepakat Dirikan Posko Pengamanan di Manggarai Cegah Tawuran

    🕔16:38:32, 19 Okt 2026
  • Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan

    🕔21:41:41, 12 Okt 2026
  • Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!

    🕔11:34:24, 11 Okt 2026
  • Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas

    🕔16:00:15, 05 Okt 2026