- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
SEB Mendagri dan Mentan

Keterangan Gambar : Mendagri M.Tito Karnavian dan Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana, serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB), di Gedung Sasanan Bhakti Praja (SBP), Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (12/10/2026).
SEB tersebut terkait Pengelolaan Sarana Prasarana, serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Mendagri Tito dalam kesempatan itu meminta pemerintah daerah (Pemda) menyukseskan swasembada pangan dengan mendukung penyuluhan pertanian ke masyarakat. Sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo, swasembada pangan membutuhkan peran penyuluh pertanian yang merupakan garda terdepan di lapangan.
Baca Lainnya :
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Posisi mereka kini langsung di bawah naungan Kementerian Pertanian berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan.
"Persoalannya adalah beliau (Menteri Pertanian) memerlukan pasukan di lapangan. Jadi selama ini beliau bekerja sama dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)," ujar Mendagri kepada awak media.
Lanjut Mendagri mengungkapkan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) menjadi wadah para penyuluh untuk menjalankan tugasnya di tingkat kecamatan. Karenanya, ia meminta kepala daerah untuk turut membantu operasional BPP dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), anggaran Transfer ke Daerah (TKD), atau mekanisme penganggaran lain.
Mendagri mengatakan, BPP yang rusak juga akan diperbaiki oleh Kementerian Pertanian. Melalui sinergi tersebut, ia berharap kebijakan swasembada di tingkat pusat bisa terlaksana dengan baik di lapangan.
"Kami kira, kita mem-backup sepenuhnya pada Bapak Menteri Pertanian," tegasnya.
Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menjabarkan, berdasarkan data Kementerian Pertanian per 9 Oktober 2026, terdapat 37.237 penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, mereka memanfaatkan 5.836 unit BPP yang tersebar di berbagai daerah.
Ia memastikan jajarannya siap memperbaiki BPP yang rusak agar bisa dioptimalkan.
"Kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai yang tadi rusak berat, kita perbaiki. Kemudian Insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya. Ini (BPP) untuk tempatnya PPL bernaung," ujar Mentan.
Dalam kesempatan ini, Mentan mengapresiasi konsistensi upaya Mendagri untuk menstabilkan harga pangan di berbagai daerah. "Terima kasih Pak Mendagri, Profesor Tito. Beliau Bapak inflasi Indonesia yang menstabilkan harga sepanjang jabatan beliau, selama beliau menjabat sampai hari ini," tutupnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta pihak terkait lainnya.(***)




.jpg)









