- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
Sentralisasi Bikin Pembangunan Mandek

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menyoroti persoalan pembangunan infrastruktur dasar seperti sekolah dan rumah sakit yang selama ini dinilai terlalu tersentralisasi.
Menurut Arief, pola sentralisasi pembangunan menimbulkan beban besar, baik pada sektor pendidikan maupun kesehatan.
Ia menilai, Dinas Pendidikan seharusnya diberi kewenangan penuh untuk membangun dan memperbaiki sarana prasarana sekolah sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Baca Lainnya :
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
“Pembangunan gedung perlu dievaluasi kembali. Misalnya, membangun rumah sakit tentu berbeda dengan membangun hotel atau rumah biasa karena ada spesifikasi teknis yang harus dipenuhi. Begitu juga dengan sekolah. Karena itu, kami mendorong agar ada perubahan struktur organisasi (SOTK) sehingga pembangunan tidak lagi tersentralisasi,” ujar Arief diruang kerjanya pada Senin (8/9/2025)
Arief menjelaskan, dalam pembahasan bersama eksekutif, Dinas Pendidikan sudah menyatakan kesiapan membentuk bidang baru yang fokus pada sarana dan prasarana.
Kata Arief, Bidang ini nantinya akan menangani pembangunan maupun pemeliharaan sekolah.
“Kalau dimasukkan ke bidang eksisting, khawatir tidak fokus. Dengan adanya bidang baru, konsentrasi akan lebih jelas. Misalnya ada sekolah rusak, ya Dinas Pendidikan yang bertanggung jawab penuh,” ujarnya.
Arief juga menekankan pentingnya menempatkan personel yang memiliki kompetensi teknis, minimal memahami bidang teknik sipil.
Hal ini untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan. “Saya pernah jadi manajer proyek. Seringkali kalau user dan pelaksana proyek tidak sinkron, output bermasalah. Dengan perubahan SOTK ini, diharapkan gap itu bisa dikurangi,” tegasnya.
DPRD Kota Tangerang berharap langkah ini bisa mempercepat perbaikan sarana pendidikan yang sudah lama terbengkalai.
“Ada sekolah yang dibangun sejak puluhan tahun lalu, kondisinya mendesak untuk diperbaiki. Dengan desentralisasi, kebutuhan seperti ini bisa segera direspons,” kata Arief.(**)







.jpg)







