- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
Selama 10 Hari Pencarian Satu Korban Hilang InsidenTerbakarnya Tug Boat Di Desa Luwe, Barito Utara, Akhirnya Tim Sar Hentikan Pencarian

Selama 10 Hari Pencarian Satu Korban Hilang InsidenTerbakarnya Tug
Boat Di Desa Luwe, Barito Utara, Akhirnya Tim Sar Hentikan Pencarian
MEGAPOLITANPOS.COM -Muara
Teweh – Insiden terbakarnya Tugboat (TB) Hasyim di perairan DAS Barito menelan
3 korban meninggal dunia, 1 luka bakar dan 1 korban hilang serta belum
ditemukan.
Terkait korban
hilang ini, Tim SAR Gabungan sudah melakukan pencarian selama sepuluh hari
untuk mencari korban atas nama Awaludin. Ia merupakan ABK TB Hasyim yang
diduga tenggelam di Sungai Barito, saat Insiden terbakarnya Tugboat, di Desa
Luwe, Kabupaten Barito Utara pada 25 Maret 2024 lalu.
Baca Lainnya :
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
Karena belum juga
ditemukan, Tim SAR gabungan mengumumkan penghentian Proses pencarian, Kamis 4
April 2024.
Koordinator
Lapangan Basarnas, Mahdi, menjelaskan bahwa kendala utama dalam pencarian
adalah arus sungai yang deras dan keruh. “Hal ini membuat Tim SAR Gabungan
kesulitan untuk menemukan korban,” jelas Mahdi
Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, AA. Alit Supartana langsung
memantau Proses pencarian ke lokasi kejadian pada hari ini. Ia juga berkoordinasi
dengan Unsur SAR, pihak Perusahaan dan keluarga korban.
“Kami mengambil
keputusan bahwa Operasi SAR terhadap satu orang ABK TB Hasyim di Sungai Barito
ditutup dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan. Namun tidak menutup
kemungkinan akan dilanjutkan kembali apabila ada tanda-tanda keberadaan
korban.” ungkapnya saat menutup Operasi pencarian di kantor BPBD Barito Utara.
“Semoga apa yang kita
kerjakan bernilai ibadah. Dan semoga korban cepat diketemukan,” harapnya.
Meskipun hasil pencarian belum membuahkan hasil, keluarga korban
tetap mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan atas usaha mereka.
“Banyak terima
kasih untuk Tim gabungan yang sudah Maksimal membantu pencarian meskipun hingga
saat ini keponakan saya belum ditemukan,” ucap Muhaddar, salah satu anggota
keluarga korban.
Seperti
diketahui, Kebakaran di atas Tugboat (TB) Hasyim telah merenggut nyawa tiga
orang ABK. Korban Meninggal Sahiman dan Dali Rijali (meninggal di lokasi),
Septian Rizaldi (meninggal saat dirujuk ke Banjarmasin). Sementara, korban luka
Abdul Yaser (dirawat di RS Sari Mulia, Banjarmasin)
(Antiani) sumber Den


.jpg)

.jpg)









