- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
Sebanyak 181 Pekerja Rokok Korban PHK Mendapat Latihan Kerja

Keterangan Gambar : Walikota Blitar Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebanyak 181 pekerja rokok korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik rokok apache, pada Rabu (09/11/22) mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar bertempat di Balai Kota Koesoemo Wicitro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Juyanto S.E MM Masalah pengangguran di kota Blitar dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, tercatat pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Blitar ada 153 ribu sekian, dari jumlah tersebut tercatat ada 6,61 persen masih belum mendapatkan pekerjaan, yang pertambahannya ada beberapa indikator seperti putus usia sekolah SLTP, lulusan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan, ditambah adanya perusahaan yang tidak bisa melangsungkan usahanya sehingga terpaksa harus melakukan PHK besar besaran.

Baca Lainnya :
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Seperti dilaporkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar Juyanto S.E MM menyebutkan, acara pelatihan yang mendatangkan nara sumber dari SMK PGRI 2 bertujuan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran khususnya bagi pencari kerja dan korban PHK, pelatihan diantaranya meliputi ketrampilan tata boga, salon, sablon.
"Mereka setelah mengikuti pelatihan para korban PHK ini setelah mendapat bekal ketrampilan, agar mereka tetap bisa bekerja dan siap menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu menyerap jumlah tenaga kerja di kota Blitar menjadi tenaga trampil dan mandiri," ujar Juyanto.

Dilain sisi Walikota Blitar Drs. santoso M.Pd dihadapan peserta pelatihan menyampaikan, saat ini semua negara dihadapkan pada masalah besar, yakni krisis multi dimensi, pada tahun 2023 adalah masa yang sangat kelam bagi semua negara, tidak hanya di Indonesia.
"Dampak krisis multi dimensi sudah kita rasakan, dimana banyak negara yang terpaksa harus mengurangi jumlah tenaga kerja seperti pekerja Migran, upaya Pemkot Blitar bagaimana agar mereka tetap bisa bekerja, tanggungjawab kita adalah dengan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa exis menciptakan lapangan kerja baru,"ujar Santoso.
Santoso juga mengatakan banyak pemutusan kerja tak hanya di dalam bahkan luar negeri, banyak Pekerja Migran Indonesia di pulangkan. Tanggungjawab pemerintah berkewajiban untuk membina para korban PHK dengan memberikan pelatihan diantaranya seperti membuat kue, sablon, potong rambut.
"Dengan demikian pemerintah terus mendorong terhadap peningkatan dan kemampuan SDM berdaya saing sehingga mendorong tumbuh kembang UMKM di Kota Blitar.
"Pemerintah memberikan fasilitas sarana dan prasarana, hendaknya hal ini menjadi penyemangat untuk menciptakan lapangan kerja, melalui sebuah perjuangan jangan putus asa sebelum berjuang, sehingga membuahkan kesuksesan,"tuturnya
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan menjadi inspirasi mendorong bagi korban PHK agar tidak menambah jumlah angka pengangguran di Kota Blitar, mengingat dari tahun ke tahun angka pengangguran terus bertamba.Walikota juga berpesan agar bantuan sarana dan prasarana dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya dan jangan di jual.
"Saya targetkan di kota Blitar pertahun mampu menciptakan dua wira usaha baru, agar kota Blitar mampu menjawab tantangan masalah pengangguran. Saya pesan agar bantuan alat ini tidak di jual, bila itu di jual.semua ya Wasalam,"pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)
















