- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
Sebanyak 181 Pekerja Rokok Korban PHK Mendapat Latihan Kerja

Keterangan Gambar : Walikota Blitar Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebanyak 181 pekerja rokok korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik rokok apache, pada Rabu (09/11/22) mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar bertempat di Balai Kota Koesoemo Wicitro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Juyanto S.E MM Masalah pengangguran di kota Blitar dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, tercatat pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Blitar ada 153 ribu sekian, dari jumlah tersebut tercatat ada 6,61 persen masih belum mendapatkan pekerjaan, yang pertambahannya ada beberapa indikator seperti putus usia sekolah SLTP, lulusan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan, ditambah adanya perusahaan yang tidak bisa melangsungkan usahanya sehingga terpaksa harus melakukan PHK besar besaran.

Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Seperti dilaporkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar Juyanto S.E MM menyebutkan, acara pelatihan yang mendatangkan nara sumber dari SMK PGRI 2 bertujuan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran khususnya bagi pencari kerja dan korban PHK, pelatihan diantaranya meliputi ketrampilan tata boga, salon, sablon.
"Mereka setelah mengikuti pelatihan para korban PHK ini setelah mendapat bekal ketrampilan, agar mereka tetap bisa bekerja dan siap menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu menyerap jumlah tenaga kerja di kota Blitar menjadi tenaga trampil dan mandiri," ujar Juyanto.

Dilain sisi Walikota Blitar Drs. santoso M.Pd dihadapan peserta pelatihan menyampaikan, saat ini semua negara dihadapkan pada masalah besar, yakni krisis multi dimensi, pada tahun 2023 adalah masa yang sangat kelam bagi semua negara, tidak hanya di Indonesia.
"Dampak krisis multi dimensi sudah kita rasakan, dimana banyak negara yang terpaksa harus mengurangi jumlah tenaga kerja seperti pekerja Migran, upaya Pemkot Blitar bagaimana agar mereka tetap bisa bekerja, tanggungjawab kita adalah dengan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa exis menciptakan lapangan kerja baru,"ujar Santoso.
Santoso juga mengatakan banyak pemutusan kerja tak hanya di dalam bahkan luar negeri, banyak Pekerja Migran Indonesia di pulangkan. Tanggungjawab pemerintah berkewajiban untuk membina para korban PHK dengan memberikan pelatihan diantaranya seperti membuat kue, sablon, potong rambut.
"Dengan demikian pemerintah terus mendorong terhadap peningkatan dan kemampuan SDM berdaya saing sehingga mendorong tumbuh kembang UMKM di Kota Blitar.
"Pemerintah memberikan fasilitas sarana dan prasarana, hendaknya hal ini menjadi penyemangat untuk menciptakan lapangan kerja, melalui sebuah perjuangan jangan putus asa sebelum berjuang, sehingga membuahkan kesuksesan,"tuturnya
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan menjadi inspirasi mendorong bagi korban PHK agar tidak menambah jumlah angka pengangguran di Kota Blitar, mengingat dari tahun ke tahun angka pengangguran terus bertamba.Walikota juga berpesan agar bantuan sarana dan prasarana dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya dan jangan di jual.
"Saya targetkan di kota Blitar pertahun mampu menciptakan dua wira usaha baru, agar kota Blitar mampu menjawab tantangan masalah pengangguran. Saya pesan agar bantuan alat ini tidak di jual, bila itu di jual.semua ya Wasalam,"pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)


.jpg)
.jpg)

1.jpg)










