- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Razia diduga Bocor, Aktifis : Jangan Sampai TKC Lebih Pintar dari 3 Pilar

Keterangan Gambar : Aktivis Dulanin Zhigo
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak kesejumlah kontrakan diwilayah sepatan Kabupaten Tangerang kamis (15/12/2022) dinihari kemarin.
Penyisiran yang dipimpin camat sepatan H. Mohamad Supriatna menyisir, dua titik yaitu pisangan talang dan pisangan Cecere desa kayu agung.
"Malam ini mulai pukul 22.00, kami jajaran Forkompimcam (Satpol PP, Polsek dan Koramil Sepatan) melaksanakan operasi gabungan cipta kondisi ke tempat kontrakan di desa sarakan dan desa kayu agung yang di duga menurut informasi menjual miras melalui TKC dan adanya dugaan informasi kontrakan yang di jadikan tmpt esek", kata camat melalui pesan singkatnya.
Baca Lainnya :
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
- Ribuan Relawan Penggiat MBG Blitar Raya Akan Melakukan Aksi Damai
Camat menegaskan, pada kegiatan penyisiran yang dilakukannya tersebut tidak menemukan adanya kontrakan yg menjual miras atau TKC dan kontrakan yg di jadikan tempat esek - esek.
"Dan berdasarkan hasil operasi gabungan kami ke lokasi kontrakan di dua lokasi tersebut, Kami TIDAK MENEMUKAN tsb," tulis camat dalam pesan singkatnya.
Menanggapi hal tersebut, Dulamin Zhigo aktifis sekaligus penggiat sosial mengaku mengapresiasi langkah yang diambil jajaran camat dan tiga pilar.
Dengan begitu, ruang gerak dari para pengusaha yang diduga menjual miras lewat TKC dapat lebih dipersempit sehingga kedepan tidak ada ruang bagi peredaran miras diwilayah Kecamatan Sepatan.
"Sudah bagus apa yang dilakukan camat, karna bukan lagi menjadi rahasia, keberadaan TKC khususnya diwilayah pantura sudah mulai meresahkan," ungkap Dulamin Zhigo.
Kendati demikian Zhigo menilai, kegiatan penyisiran yang dilakukan jajaran tiga pilar kurang maksimal lantaran dua lokasi yang dituju dalam keadaan kosong.
"Ini sih diduga sudah bocor, namun minimal mereka menunjukan taring dan menggugurkan apa yanh menjadi kewajiban mereka yakni menciptakan kondusifitas," ungkap Zhigo.
Ia berharap kegiatan penyisiran dapat rutin dilakukan, sehingga kondusifitas yang nyata dapat lebih dirasakan oleh masyarakat kecamatan Sepatan.
"Jangan sampai pengedar miras lebih pintar dari 3 Pilar, Minuman keras dan perempuan malam seringkali memicu meningkatnya kriminalitas, jadi sudah seharusnya ada tindakan tegas dan terukur dari jajaran 3 pilar," jelas Dulamin Zhigo.(**)

















