- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Raih Podium Dua di Sepang Internasional Sirkuit, Alvin-Avila Bahar Mengaku Puas

Keterangan Gambar : Alvin Bahar saat melaju di Sepang Internasional Sirkuit
MEGAPOLITANPOS.COM, SEPANG - Alvin Bahar dan putranya Avila Bahar seolah punya tenaga ekstra. Usai sama-sama meraih gelar juara nasional pada kelas berbeda di putaran terakhir Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2023 di Sirkuit Internasional Sentul, sepekan sebelumnya, keduanya sontak hengkang ke Negeri Jiran.
Avila terbang lebih awal menuju Sepang, Malaysia, tampil di pentas balap bertajuk ‘Sepang 1000 Km Endurance Race’ (S1K) yang digelar pada Kamis-Minggu (23-26/11/2023) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Dua hari berselang, sang ayah, Alvin Bahar pun terbang mengikuti putranya guna mendampingi Avila di balapan Super Production yang mereka ikuti atas undangan dari Honda Malaysia.
Tentu saja hubungan baik pabrikan Honda Indonesia dan Malaysia yang terjalin baik sejak lama yang membuat Honda Indonesia pun menerjunkan dua pembalap papan atas pabrikan ini untuk tampil di ajang internasional yang diikuti ratusan pembalap dari puluhan negara ini.
Baca Lainnya :
- Apresiasi Penggerak Ekonomi Digital, Menteri UMKM Ajak Ojol Nobar Final Piala Dunia 2026
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
- BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Nasional, Ubed Tunjukkan Kelas di Thailand Open 2026
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
Balapan Sepang 1000 km ini merupakan balap ketahanan international open di sirkuit Sepang Internasional dengan menempuh jarak 1.000 km. Jadi 181 lap diikuti selalu oleh 77 peserta karna jumlah maksimum sesuai lisensi sirkuit. Sebenarnya peserta yang mendaftar pun lebih dari 77 peserta, tapi akhirnya kena eliminasi.
Kejuaraan ini terbagi menjadi 4 kelas dan di kelas Super Production yang diikuti Alvin dan Avila ini, termasuk yang pesertanya paling banyak, yaitu 29 mobil. Setiap satu mobil boleh terdiri dari dua sampai dengan empat pembalap.
Sesungguhnya Avila Bahar direncanakan hanya tampil berdua dengan Stefen Teo. Tapi, karna balap 1.000 km terbilang sangat lama hingga mencapai waktu sembilan jam, dan menurut penilaian tim, formasi dua pembalap terlalu riskan sehingga diputusin sang ayah Alvin Bahar pun ikut mendampingi sehingga ada spare tenaga dan stamina.
Penilaian tim memang tak salah. Alvin, Avila dan Stefen Teo tampil mumpuni menghabiskan 161 lap dan meraih posisi kedua dengan gap hanya 46 detik dari pembalap Malaysia: Lee Kar Wai yang meraih posisi pertama.
Alvin Bahar sebagai pembalap yang posisinya mengemudikan kendaraan hingga memasuki finis mengakui kalau balapan ini sangat menantang karena 1000 kilometer dan waktunya mencapai Sembilan jam-an. “Memang butuh tenaga ekstra dan harus fit banget sehingga terasa sangat menantang,” tutur Alvin kepada media, Senin (27/11/2023). Jelas menantang lantaran Alvin baru tiba di Sepang pada Jumat (24/11/2023) dan hanya beristirahat sekitar dua jam-an, langsung tancap gas di kelas Super Production.
Menurut Alvin, balapan di Sirkuit Sepang itu pun jadi pengalaman berharga dalam karir balapnya bersama putranya. “Kami mulai balap dari jam 12.00 siang dan baru kelar sekitaran jam 21.00 waktu Malaysia. Sangat menyenangkan bagi kami,” jelas Alvin.
Meski kelelahan, Alvin dan Avila puas dengan hasil posisi runner up yang mereka raih. Setidaknya, usai kecapean dari balapan putaran terakhir di ISSOM Sentul, ayah dan anak ini tetap bisa meraih hasil cemerlang, posisi kedua di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)

















