Breaking News
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
Protes PDI Perjuangan, Soal Anies Ngundang Tukang Bakso Kayak Bensin Disamber Api.

MEGAPOLITANPOS.COM: Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah hampir selesai masa jabatannya, baru mengundang tukang bakso datang. Hasto justru menyindir Anies terkait hal tersebut, dengan mempertanyakan kenapa baru sekarang mengundang para tukang bakso di Balai Kota DKI Jakarta. "Ya seinget saya Pak Anies itu jadi Gubernur sudah sejak tahun 2018 (2017). Jadi kenapa baru sekarang bertemu dengan para tukang bakso?” kata Hasto menjawab wartawan saat ditemui di sela acara Festival Kuliner Nusantara di Hall B Gedung JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/6). Dia menilai, sikap Anies tersebut menunjukkan politik yang tidak mengakar. Hasto menyebut Anies terlambat bertemu dengan masyarakat kalangan bawah. "Jadi itulah sebagai contoh ketika politik tidak mengakar sehingga terlambat bertemu dengan rakyat kecil," ucapnya. Statemen Hasto tersebut dianggap sebagai statemen reaksioner dan seperti bensin kena api. Hasto sebagai Sekjend partai besar seharusnya menunjukan intelektualitasnya yang berbobot, bukan asal bicara tanpa mengecek kebenaran sebuah informasi atau berita. Hal ini disampaikan oleh ketua nasional Relawan Kesehatan (Rekan) , Agung Nugroho kepada media sore ini (27/6). "Ini jajaran elite PDIP kayak orang tidak intelek, gak melakukan cek terhadap kebenaran berita langsung nyamber kayak bensin kena api" ujar Agung Nugroho yang juga Aktivis 98 dari kampus IISIP. Agung menjelaskan bahwa yang diundang Aniea Baswedan dalam acara ramah tamah Jakarta E-Prix di balai kota tgl 24 Juni 2022 bukan mengundang tukang bakso gerobak keliling tapi mengundang peserta bazaar UMKM di even formula E yang memiliki omset tertinggi diantaranya Aroma Sowan (Bakso Malang). "Jadi bukan mengundang tukang bakso gerobak keliling secara khusus. Tapi yang diundang itu peserta UMKM binaan Pemprov DKI" ungkap Agung. Aroma Sowan yang menjajakan bakso Malang ini berhasil meraup omset tertinggi dalam bazaar UMKM di arena Formula E, sehingga Anies Baswedan mengundang agar bisa memotivasi UMKM lainnya dalam setiap bazaar yang rutin diadakan oleh pemprov DKI melalui dinas PPKUMKM. "Jadi Aneh, inteletual petinggi PDIP kok berada dibawah titik terendah jadi seakan-akan cuma menyerang Anies secara subyektif tanpa mencari kevalid-an sebuah informasi atau berita" tambah Agung. Agung mensinyalir ada upaya membusukan nama Anies Baswedan di internal PDIP di tengah berjalannya komunikasi yang baik antara Puan Maharani dan Anies Baswedan. "Sangat kuat nuansa politisnya dari statemen Hasto dalam kepentingan politik 2024" pungkas Agung



.jpg)













