Breaking News
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Petani Sawit Pulang Pisau Minta Presiden Cabut Larangan Ekspor CPO

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) - Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Pulang Pisau melakukan aksi keprihatinan menyikapi dampak larangan ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) yang berdampak langsung pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di seluruh Indonesia. Bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) petani di Kabupaten Pulang Pisau bersama 22 Provinsi se-Indonesia melakukan Aksi Keprihatinan serentak mulai pukul 09.00-12.00 WIB pada hari Selasa, 17 Mei 2022. Ketua Apkasindo Kabupaten Pulang Pisau, Dr Diharyo, ST., MT mengatakan, Aksi Keprihatinan Petani Sawit Indonesia ini berpusat di Jakarta. Pada hari yang sama juga terang Diharyo, perwakilan Apkasindo dan petani Kelapa Sawit se Indonesia akan bertemu Presiden Jokowi untuk menyuarakan keinginan petani kelapa sawit dan kesejahteraan petani. Diharyo menjelaskan situasi harga TBS ditingkat petani menjadi anjlok akibat dari dampak pelarangan ekspor CPO. Kebijakan pemerintah tersebut terangnya tidak lepas sejak adanya gangguan pasokan Minyak Goreng Sawit (MGS) domestic dan harga MGS curah yang tergolong mahal, padahal sudah disubsidi. Karena harga minyak goreng yang mahal ini, Presiden Jokowi mengambil kebijakan larangan eksport CPO dan bahan baku MGS. "Sayangnya kebijakan Presiden ini tidak dengan segera dilanjutkan dan diantisipasi, sehingga berdampak tragis kepada petani sawit," tambah Diharyo. Larangan ekspor CPO katanya telah berdampak pada penjualan tandan buah segar atau TBS di Kabupaten Pulang Pisau. Dampak larangan ekspor CPO tidak hanya pada harga TBS yang anjlok, bahkan petani mulai khawatir jika perusahaan tidak mau lagi membeli TBS masyarakat karena mengalami penumpukan stok. Dalam aksi keprihatinan tersebut DPD APKASINDO Pulang Pisau akan menyampaikan tuntutan, diantaranya agar Presiden Jokowi segera mencabut larangan ekspor CPO, dan harga TBS di Pulang Pisau untuk disesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. (Jam/Red/PI)

















