- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
Perayaan HUT PDIP ke-52 Ajang Refleksi Partai, Histori Perjalanan Panjang PDI-P Seru Megawati

Keterangan Gambar : HUT PDI perjuangan ke 52 yang diikuti secara virtual di Kantor PDIP Kab Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Dinamika historis sejarah perjalanan panjang PDI Perjuangan hingga usia ke 52 tetap sebagai cerminan partainya wong cilik, beranjak dari sejarah PNI bergabung dengan beberapa partai lainnya, seperti Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba) dan IPKI.
Gabungan ini akhirnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973. Hal itu terungkap oleh Megawati Soekarno Putri saat berpidato pada HUT PDI perjuangan ke 52 yang diikuti secara virtual seluruh kader banteng moncong putih.
Tak terkecuali di Kantor DPC PDI Kabupaten Blitar yang juga dihadiri oleh Bupati terpilih Riyanto dan Beky Herdiyansyah wakil Bupati terpilih 2024 - 2029, juga seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan mendengarkan pidato Megawati di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar di Kanigoro.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
Pidato Ketua Umum kurang lebih tiga jam ini, Megawati banyak mengurai sejarah politik PDI Perjuangan dengan retorikanya seperti konflik internal yang terjadi sejak awal berdirinya PDI menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah partai ini. Ketegangan internal PDI berujung pada pemilihan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum meski ditentang pemerintah Orde Baru.
Krisis internal semakin memuncak pada 27 Juli 1996, dikenal dengan peristiwa Kudatuli, terjadi bentrokan. Meskipun mendapat tekanan besar, Megawati dan pendukungnya tetap memperjuangkan cita-cita reformasi dan demokrasi.
Peristiwa-peristiwa ini menjadi simbol keteguhan PDIP dalam memperjuangkan prinsip-prinsip yang diyakini. Meskipun penuh rintangan, mereka tetap berjuang.

Pada tahun 1999, PDIP resmi berganti nama menjadi PDIP Perjuangan sebagai respons terhadap perubahan politik pasca-reformasi. Nama baru ini mencerminkan komitmen PDIP untuk terus melanjutkan perjuangan dengan semangat yang lebih berani dan progresif.
Sebagai bentuk keberlanjutan perjuangan, PDIP terus menjalankan prinsip-prinsip yang telah ditanamkan sejak awal berdiri. Setiap HUT yang digelar menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang dan menyemangati kader.
Rinanto yang juga selaku Ketua DPC PDI P Kabupaten Blitar memaknai peringatan HUT PDI P ke 52 sebagai tonggak eksistensi partainya wong cilik yang tegak lurus dengan pimpinan partai, guna mewujudkan Kabupaten Blitar lebih maju dan lebih sejahtera. ** (za/mp)
















