- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
Penjual Ribuan Konten Pornografi Anak di Grup Telegram Ditangkap Polisi Siber Polda Metro

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap DY (25 th) pelaku penjual konten asusila anak dibawah umur. DY diamankan pada hari Rabu 29/05/2024 di daerah Tarumajaya Kab. Bekasi.
“Dari hasil Patroli Siber dan Penyidikan diketahui bahwa DY adalah admin sekaligus pemilik 8 akun X twitter. Akun tersebut mempromosikan link t.me/Joinvvipyuk yang menghubungkan ke akun Telegram berisi konten asusila anak dibawah umur," ungkap Wadirreskrimsus AKBP Hendri Umar dalam Jumpa Pers di Mapolda Metro Jaya, Jum'at (31/5/2024).
Selain itu, Polisi juga menemukan sebanyak 105 grup atau channel Telegram yaitu VVIP Bocil, VVIP Indo Bocil 1, VVIP Indo Bocil 2, Indo Viral, Selebgram, Live Bar Bar, Skandal, VCS, Asia dan lain-lain milik pelaku.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
“Pelaku DY menjual konten pornografi di 5 akun Telegram miliknya dengan harga 100 ribu untuk 5 grup, 150 ribu untuk 10 grup, 200 ribu 15 grup dan 300 ribu 20 grup dengan cara calon pembeli diarahkan mentransfer sejumlah akun e-wallet, dan rekening bank milik pelaku kemudian setelah mengirimkan bukti transfer, pembeli akan dimasukkan kedalam group Telegram dan dikirimkan link yang berisi Video Pornografi dengan karakteristik grup tersebut," imbuhnya.
Hendri mengungkapkan bahwa sejak November 2022 sampai dengan sekarang pelaku berhasil menyebarkan sebanyak 2.010 Video yang bermuatan konten Pornografi anak dbawah umur di 3 grup Telegram.
“Dari 3 grup Telegram yang dimiliki pelaku terdapat 2010 video yang berhasil disebarkan, diantaranya grup VVIP Bocil sebanyak 916 Video, VVIP Indo Bocil 1 sebanyak 869 video dan VVIP Indo Bocil 2 sebanyak 225 video," ungkapnya.
Pada saat penggeledahan, ditemukan 398 pelanggan aktif per tanggal 29 Mei 2024 pelanggan di 3 group Telegram pornografi anak yaitu VVIP Bocil Sebanyak 332 pelanggan, VVIP Indo Bocil 1 sebanyak 61 pelanggan dan VVIP Indo Bocil 2 sebanyak 5 pelanggan.
Adapun barang bukti yang diamankan dari penangkapan pelaku yakni berupa 1 unit handphone, 1 buah buku rekening bank An. D.Y dan 1 buah kartu ATM milik pelaku.
Terhadap kasus ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Kemenkominfo RI untuk melakukan pemblokiran terhadap akun yang bermuatan pornografi milik pelaku.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 34 ayat (1) jo Pasal 50 U.U Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas U.U Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 dan atau Pasal 7 jo Pasal 33 dan atau Pasal 8 jo Pasal 39 dan atau Pasal 9 jo Pasal 35 U.U Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.
Dalam kesempatan sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ari Syam Indradi mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya penyebaran video yang bermuatan asusila dan pornografi.
“Polda Metro Jaya menghimbau kepada masyarkat tolong stop penyebaran video pornografi, bagi masyarkat yang mengetahui adanya penyebaran maupun mengiklankan video yang bermuatan pornografi melalui kanal-kanal medsos tolong diinformasikan ke Polda Metro Jaya atau bisa menghubungi 110, kita sama-sama bersepakat memberantas pornografi anak ini khususnya supaya tidak berlanjut," tegasnya.(*/Anton)








.jpg)






