- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur

Keterangan Gambar : Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak di Ibu Kota. Nilai penawaran tersebut mencapai Rp1,3 miliar, dengan skema seluruh biaya pembongkaran ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan bahwa pihaknya justru menawarkan solusi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Kalau ditanya ada biaya pembongkaran Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak tahu. Kami justru ingin membantu Gubernur DKI Jakarta. Kami bongkar, seluruh biaya kami tanggung, dan besi-besi bekasnya kami beli,” tegas Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menyusul ramainya diskusi di grup WhatsApp aktivis Jakarta terkait rencana pembongkaran monorel dengan anggaran yang disebut mencapai Rp100 miliar.
Besarnya angka tersebut menuai kritik dan kekhawatiran publik. Sejumlah pihak menilai anggaran tersebut terlalu fantastik dan berpotensi memunculkan dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Dana sebesar itu dinilai lebih tepat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, seperti pangan dan layanan sosial.
Jusuf Rizal menjelaskan, penawaran resmi itu diajukan melalui surat tertanggal 29 Desember 2025 atas nama PT Hidup Bahagia Abadi, dengan pengantar dari Ormas Madas Nusantara. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa perusahaan menanggung seluruh proses pembongkaran, mulai dari mobilisasi, alat berat, hingga tenaga kerja.
Sebagai kompensasi, material besi hasil bongkaran monorel dihargai Rp1.300.000.000 yang akan menjadi pendapatan bagi Pemprov DKI Jakarta.
“Kami tidak tahu-menahu soal anggaran Rp100 miliar itu. Kami hanya berusaha secara profesional untuk menopang kegiatan organisasi. Madas Nusantara bukan organisasi preman,” ujar Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi.
Ia menambahkan, untuk penjelasan teknis dan perencanaan anggaran resmi, sebaiknya publik meminta keterangan langsung dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta selaku pihak yang disebut menangani pembongkaran monorel.
Diketahui, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Hingga kini, Madas Nusantara disebut belum mendapatkan posisi atau peran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, berbeda dengan sejumlah relawan lainnya.
Saat ini, Jusuf Rizal juga menekuni usaha rongsokan, besi tua, dan pembongkaran bangunan guna mendukung program sosial organisasinya, termasuk Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an serta pembukaan cabang di luar negeri.
Menanggapi kecurigaan publik, Jusuf Rizal justru mendorong transparansi. “Kalau ada kecurigaan, silakan diawasi dan diaudit. Harus dibedah apakah ada komponen lain di luar pembongkaran dalam anggaran Rp100 miliar itu,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Asia Afrika dengan panjang sekitar 3,5 kilometer disebut-sebut akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan direncanakan ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












