- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
Pembongkaran Monorel Jakarta Jadi Sorotan, Madas Nusantara Kirim Surat ke Gubernur

Keterangan Gambar : Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Pengusaha Madura yang tergabung dalam Ormas Madas Nusantara secara resmi mengajukan penawaran kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk melakukan pembongkaran proyek monorel mangkrak di Ibu Kota. Nilai penawaran tersebut mencapai Rp1,3 miliar, dengan skema seluruh biaya pembongkaran ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menegaskan bahwa pihaknya justru menawarkan solusi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Kalau ditanya ada biaya pembongkaran Rp100 miliar, Madas Nusantara tidak tahu. Kami justru ingin membantu Gubernur DKI Jakarta. Kami bongkar, seluruh biaya kami tanggung, dan besi-besi bekasnya kami beli,” tegas Jusuf Rizal kepada wartawan di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menyusul ramainya diskusi di grup WhatsApp aktivis Jakarta terkait rencana pembongkaran monorel dengan anggaran yang disebut mencapai Rp100 miliar.
Besarnya angka tersebut menuai kritik dan kekhawatiran publik. Sejumlah pihak menilai anggaran tersebut terlalu fantastik dan berpotensi memunculkan dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Dana sebesar itu dinilai lebih tepat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, seperti pangan dan layanan sosial.
Jusuf Rizal menjelaskan, penawaran resmi itu diajukan melalui surat tertanggal 29 Desember 2025 atas nama PT Hidup Bahagia Abadi, dengan pengantar dari Ormas Madas Nusantara. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa perusahaan menanggung seluruh proses pembongkaran, mulai dari mobilisasi, alat berat, hingga tenaga kerja.
Sebagai kompensasi, material besi hasil bongkaran monorel dihargai Rp1.300.000.000 yang akan menjadi pendapatan bagi Pemprov DKI Jakarta.
“Kami tidak tahu-menahu soal anggaran Rp100 miliar itu. Kami hanya berusaha secara profesional untuk menopang kegiatan organisasi. Madas Nusantara bukan organisasi preman,” ujar Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi.
Ia menambahkan, untuk penjelasan teknis dan perencanaan anggaran resmi, sebaiknya publik meminta keterangan langsung dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta selaku pihak yang disebut menangani pembongkaran monorel.
Diketahui, Ormas Madas Nusantara merupakan salah satu organ pendukung pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Hingga kini, Madas Nusantara disebut belum mendapatkan posisi atau peran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, berbeda dengan sejumlah relawan lainnya.
Saat ini, Jusuf Rizal juga menekuni usaha rongsokan, besi tua, dan pembongkaran bangunan guna mendukung program sosial organisasinya, termasuk Program Sedekah Satu Juta Al-Qur’an serta pembukaan cabang di luar negeri.
Menanggapi kecurigaan publik, Jusuf Rizal justru mendorong transparansi. “Kalau ada kecurigaan, silakan diawasi dan diaudit. Harus dibedah apakah ada komponen lain di luar pembongkaran dalam anggaran Rp100 miliar itu,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Asia Afrika dengan panjang sekitar 3,5 kilometer disebut-sebut akan menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan direncanakan ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)




.jpg)
.jpg)





