- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Pelatihan Digitalisasi Marketing Bagi Generasi Milineal Agar Berdaya Saing Tinggi apa Pesan Kadisnaker Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memahami perkembangan dunia marketing digital menuntut generasi muda selalu dinamis dalam masanya. Dalam rangka menciptakan tenaga terampil cakap digital, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menggelar pelatihan ketrampilan bagi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi, pelatihan keterampilan digital marketing yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (06/05/25) bertempat di Rest Area Pendapa Ageng Hand Asta Sih, Kecamatam Srengat diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Blitar.
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Tavip Wiyono melalui Kepala Bidang Latihan Kerja Produktifitas dan Transmigrasi (Laprotrans ) menyampaikan, pelatihan yang bertajuk konsep pelatihan berbasis klaster kompetensi, kegiatan ini menyasar kepada para calon pencari kerja yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia pemasaran digital yang terus berkembang dewasa ini, pelatihan sebagai jembatan menuju dunia kerja yang semakin kompetitif.
“pelatihan ini tidak hanya sekadar pelatihan teori, namun kami juga menyiapkan peserta agar langsung bisa praktik, bahkan dilanjutkan dengan magang dan sertifikasi, sehingga mereka bisa langsung terjun dan berdaya saing,” kata Latip.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
Disampaikan pula oleh Latip bahwa, pelatihan ini diselenggarakan selama 10 hari hingga 19 Mei 2025, dan ditutup dengan lima hari program magang. Tambahan program magang ini menjadi inovasi baru tahun ini, guna memperkuat keterampilan praktis peserta.

"Kegiatan ini semula ada 383 pendaftar yang ikut seleksi, namun hanya 25 peserta terbaik yang lolos terdiri dari 20 peserta umum dan 5 dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Mereka dianggap memiliki potensi dan semangat tinggi untuk menyerap ilmu dan praktik digital marketing,"terangnya.
Selama mengikuti pelatihan peserta bukan hanya fokus pada kemampuan teknis, peserta juga diarahkan untuk membangun jaringan dan komunitas digital marketing yang diharapkan terus hidup meski pelatihan berakhir. “Dengan jaringan yang kuat, mereka bisa saling support dan terus berkembang,” tambah Latip.
Pemanfaatan DBHCHT ini menjadi bukti nyata bahwa cukai hasil tembakau juga bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi. Ke depan, Disnaker berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa agar semakin banyak tenaga kerja terampil yang lahir dari Kabupaten Blitar. (adv/za/mp)















