Pelatihan Digitalisasi Marketing Bagi Generasi Milineal Agar Berdaya Saing Tinggi apa Pesan Kadisnaker Kabupaten Blitar

By Sigit 07 Mei 2025, 09:15:25 WIB Jawa Timur
Pelatihan Digitalisasi Marketing Bagi Generasi Milineal Agar Berdaya Saing Tinggi apa Pesan Kadisnaker Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memahami perkembangan dunia marketing digital menuntut generasi muda selalu dinamis dalam masanya. Dalam rangka menciptakan tenaga terampil cakap digital, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menggelar pelatihan ketrampilan bagi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi, pelatihan keterampilan digital marketing yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (06/05/25) bertempat di Rest Area Pendapa Ageng Hand Asta Sih, Kecamatam Srengat diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Blitar. 

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Tavip Wiyono melalui Kepala Bidang Latihan Kerja Produktifitas dan Transmigrasi (Laprotrans ) menyampaikan, pelatihan yang bertajuk konsep pelatihan berbasis klaster kompetensi, kegiatan ini menyasar kepada para calon pencari kerja yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia pemasaran digital yang terus berkembang dewasa ini, pelatihan sebagai jembatan menuju dunia kerja yang semakin kompetitif.

“pelatihan ini tidak hanya sekadar pelatihan teori, namun kami juga menyiapkan peserta agar langsung bisa praktik, bahkan dilanjutkan dengan magang dan sertifikasi, sehingga mereka bisa langsung terjun dan berdaya saing,” kata Latip.

Baca Lainnya :

Disampaikan pula oleh Latip bahwa, pelatihan ini diselenggarakan selama 10 hari hingga 19 Mei 2025, dan ditutup dengan lima hari program magang. Tambahan program magang ini menjadi inovasi baru tahun ini, guna memperkuat keterampilan praktis peserta.


"Kegiatan ini semula ada 383 pendaftar yang ikut seleksi, namun hanya 25 peserta terbaik yang lolos terdiri dari 20 peserta umum dan 5 dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Mereka dianggap memiliki potensi dan semangat tinggi untuk menyerap ilmu dan praktik digital marketing,"terangnya.

Selama mengikuti pelatihan peserta bukan hanya fokus pada kemampuan teknis, peserta juga diarahkan untuk membangun jaringan dan komunitas digital marketing yang diharapkan terus hidup meski pelatihan berakhir. “Dengan jaringan yang kuat, mereka bisa saling support dan terus berkembang,” tambah Latip.

Pemanfaatan DBHCHT ini menjadi bukti nyata bahwa cukai hasil tembakau juga bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi. Ke depan, Disnaker berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa agar semakin banyak tenaga kerja terampil yang lahir dari Kabupaten Blitar. (adv/za/mp)




  • Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar

    🕔13:11:16, 25 Jun 2026
  • Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha

    🕔13:11:23, 24 Jun 2026
  • Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis

    🕔21:37:11, 24 Jun 2026
  • FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan

    🕔18:38:19, 23 Jun 2026
  • Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri

    🕔16:23:46, 20 Jun 2026