- BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi dengan Kemenag, Dorong Program SIGAP di 300 Sekolah
- Kemhan RI dan Departemen War AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan, MDCP
- Walkot Munjirin Dorong Gerakan Pilah Sampah Perkantoran
- Viral Sekolah Rusak di Majalengka! Kadisdik Buka Fakta : Sudah Diusulkan, Tapi Terbentur Aturan Pusat
- Apel Pagi di PUPR, Bupati Barito Utara Dorong Kinerja Responsif dan Profesional
- Pemkab Barito Utara Dorong Literasi Keuangan Syariah Lewat SICANTIKS 2026
- Bupati Shalahuddin Buka Kegiatan SICANTIKS 2026, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Barito Utara
- TPAKD Jadi Kunci, Pemkab Barito Utara Percepat Akses Keuangan hingga Pelosok
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Daerah
- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
Pasar Murah Kemendag: Sinergi Koperasi Pegawai dan UMKM Sediakan Bapok Terjangkau

Keterangan Gambar : Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi membuka kegiatan pasar murah
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi membuka kegiatan pasar murah di lapangan parkir Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pasar murah tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Februari 2026, dan diinisiasi oleh koperasi pegawai Kemendag, yakni Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera.
“Hingga tiga hari ke depan, Kemendag menggelar pasar murah menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain membantu menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau, pasar murah juga menjadi ajang promosi produk-produk UMKM,” ujar Mendag yang akrab disapa Busan.
Baca Lainnya :
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
Dorong Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Mendag Busan berharap pasar murah ini dapat menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi daya beli masyarakat menjelang bulan puasa.
“Semoga selama Ramadan pasokan tetap terjaga dan harga stabil sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” tambahnya.
Pasar murah ini diselenggarakan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran APBN, melainkan hasil kolaborasi internal koperasi. Berbagai kebutuhan pokok serta barang konsumsi harian dijual dengan harga lebih terjangkau bagi pegawai Kemendag maupun masyarakat sekitar. Sebanyak 75 pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Mendag Tekankan Pengelolaan Koperasi Profesional
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan menekankan pentingnya pengelolaan koperasi pegawai secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota.
“Koperasi harus dikelola secara profesional, baik, dan transparan,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Kemendag sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, Isy Karim, menyampaikan bahwa pasar murah tahun ini sepenuhnya merupakan hasil inisiatif koperasi.
“Mudah-mudahan bisa kami lanjutkan di tahun berikutnya, dan saya kira bisa lebih besar lagi,” tutur Isy.
Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera sendiri berdiri sejak 1978 dan kini memiliki 1.210 anggota, atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag.
Pengunjung Apresiasi Pasar Murah
Salah satu pengunjung, Endang dari Pejambon, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini karena menyediakan berbagai komoditas menarik seperti minyak goreng dan pakaian.
Ia berharap kegiatan serupa dapat memperbanyak jenis sembako dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, pegawai Kemendag bernama Tasya juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pasar murah.
“Sebagai anak rantau, saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Saya tidak perlu berbelanja jauh ataupun daring karena lokasinya dekat dan pilihannya cukup lengkap,” ujarnya.
Harga Bapok Relatif Terkendali Jelang Ramadan
Mendag Busan menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau harga dan pasokan bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.
Berdasarkan data SP2KP per 13 Februari 2026, secara rata-rata nasional sejumlah komoditas masih relatif terkendali, di antaranya:
Daging sapi: Rp133.618/kg
Bawang putih: Rp36.875/kg
MINYAKITA: Rp16.020/liter
Harga MINYAKITA tercatat mengalami penurunan dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.800/liter, meskipun masih sedikit di atas HET Rp15.700/liter.
“Sekarang sudah mengalami penurunan. Ini sinyal positif pascaterbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025,” ujar Mendag Busan.
Pemerintah Waspadai Komoditas yang Masih Tinggi
Di sisi lain, beberapa komoditas masih berada di atas harga acuan, seperti:
Daging ayam ras: Rp40.259/kg
Telur ayam ras: Rp30.570/kg
Mendag memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga kelancaran distribusi.
Terkait kenaikan harga cabai rawit, Mendag Busan menyebut curah hujan tinggi menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi sebenarnya mencukupi. “Kami terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan kembali lancar,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














