Nawacita Survei Indonesia: Publik Puas atas Kinerja Pemerintahan Jokowi dan Ingin Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berlanjut di 2024

By Anton 28 Sep 2023, 16:18:39 WIB Megapolitan
Nawacita Survei Indonesia: Publik Puas atas Kinerja Pemerintahan Jokowi dan Ingin Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berlanjut di 2024

Keterangan Gambar : Peneliti Nawacita Survei Indonesia, Herry Mendrofa didampingi Direktur Utama PT Media Nawacita Indonesia (MNI), Otoli Zebua dan Direktur PT MNI, Beesokhi Nduru saat memberikan keterangan pers.


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Lembaga riset Nawacita Survei Indonesia yang bernaung di bawah Media Nawacita Indonesia merilis laporan hasil survei nasional yang bertajuk "Menakar Kepuasan Publik dan Arah Politik Tahun 2024". Paparan rilis hasil survei tersebut disampaikan langsung oleh Herry Mendrofa, Peneliti Nawacita Survei Indonesia di Acasia Dine & Bar, Jalan Karet Semanggi, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

Herry mengatakan, hasil survei dilakukan sejak 5-20 September 2023 dengan menggunakan metode pengambilan sampel yakni Multistage Random Sampling (MRS) serta melibatkan 1220 responden yang berada di 38 Provinsi di Indonesia.

Salah satu laporan hasil survei menyebutkan kinerja Pemerintah selama dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan kebijakan perlindungan sosial mendapatkan respon kepuasan publik yang cukup baik dari masyarakat.

Baca Lainnya :

"Berdasarkan hasil survei Nawacita Survei Indonesia ditemukan bahwa mayoritas masyarakat mengaku cukup puas dengan kinerja Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan yakni 53 persen sedangkan yang merasakan ketidakpuasan berada di 42 persen, serta yang tidak menjawab atau tidak tahu hanya 5 persen," papar Herry Mendrofa.

Menurut Herry, kepuasan masyarakat atas kebijakan perlindungan sosial Pemerintah seperti penyaluran bantuan sosial BLT BBM, PKH, dan Sembako yang kondusif sepanjang tahun 2023 menjadi salah satu alasan tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah.

"Kepuasan terhadap kebijakan perlindungan sosial Pemerintah ini mencapai 67 persen walaupun ada 30 persen yang tidak puas atas kebijakan tersebut, ragu-ragu 1 persen serta 2 persen lagi yang tidak ingin menjawab atau tidak tahu mengenai hal ini," imbuhnya.

Lebih lanjut Herry mengungkapkan, mayoritas masyarakat menginginkan agar subsidi alternatif tetap diberikan untuk meningkatkan dan menjaga taraf kesejahteraan tahun 2024.

“Ada 67 persen yang berharap agar kebijakan tersebut berlanjut pada tahun 2024, sedangkan yang kurang setuju ada 30 persen, yang ragu-ragu 1 persen, dan yang tidak menjawab atau tidak tahu 2 persen,” ujarnya.




  • Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan

    🕔21:41:41, 12 Okt 2026
  • Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!

    🕔11:34:24, 11 Okt 2026
  • Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas

    🕔16:00:15, 05 Okt 2026
  • Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan

    🕔12:55:48, 05 Okt 2026
  • Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

    🕔21:36:41, 02 Okt 2026