- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
Mak Rini : Aplikasi Pupuk Biosaka, Mitra Petani Atasi Kelangkaan Pupuk

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Temuan baru di bidang pertanian, yakni dengan Biosaka yang merupakan hasil temuan Muhamad Ansar yang asli petani Blitar, melalui metode temuan terbaru didunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bio-technology (biologi-teknologi) dapat menjawab kesulitan petani masalah kesulitan pupuk.
"Putra terbaik Kabupaten Blitar ini diharapkan bisa mengembangkan dan menerapkan ilmunya untuk semua petani khususnya di Kabupaten Blitar, dengan demplot di desa Bendosewu Kecamatan Talun adalah bukti nyata hasil karya putra Blitar ini menunjukan bulir bulir padi yang sangat banyak," ucap Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat menghadiri panen raya Metik Padi Aplikasi Biosaka, bertempat di area pertanian desa Bendosewu Kecamatan Talun pada Selasa (06/09/22).

Baca Lainnya :
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
Masalah kelangkaan pupuk adalah hal yang sangat komplek bagi petani, untuk itu Bupati Blitar sangat mengapresiasi temua pupuk baru di Kabupaten Blitar, sebelum melakukan petik padi, Rini Syarifah juga melihat langsung proses pembuatan Biosaka, Biosaka ternyata tidak menggunakan mikroba maupun proses fermentasi dalam pembuatannya,” seperti dalam penjelasan Muhamad Ansar, bahkan Ansar yang pernah menyampaikan dalam satu webinar di Jakarta, beberapa waktu lalu." sebenarnya Biosaka bukan teknologi yang rumit, tapi hanya sesuatu yang sederhana sekali.dalam membuatnya tidak menggunakan mesin, hanya dengan cara dedaunan ini diremas remastangan,”jelas Ansar kepada Bupati Blitar
Sebuah temuan yang diawali pada tahun 2006, Ansar mengaku awal dirinya hanya ingin membantu petani, dari experimen ini sekarang berkembang dengan baik di Blitar. Selanjutnya Biosaka, ia mulai melakukan riset tahun 2006. Kemudian mulai dikembangkan secara masif pada tahun 2011 melalui pemberdayaan petani. “Dalam riset ini kami terus memberikan pendampingan dan observasi langsung kepada petani,” ungkapnya.
Selanjutnya pada tahun 2019 bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar Ansar mulai melakukan pendampingan di wilayah Kabupaten Blitar, khususnya petani di wilayah Kecamatan Wates. Saat itu jumlahnya hanya 1-2 petani. Dengan metode penyampaian dari mulut ke mulut dibantu petugas pertanian lapangan, perkembangan selama 2 tahun pendampingan teknologi Biosaka sudah mulai diuji coba pada skala luas. Diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir. Wawan Widianto mendampingi Bupati Blitar Rini Syarifah
Data dari Dinas Pertanian Kabupaten saat ini hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Blitar sudah menerapkan pemupukan dengan Biosaka. Hanya saja dalam kapasitas jumlah petani masih terus dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan. Yang jelas penggunaan Biosaka dari hari ke hari terus berkembang.(za/mp)

















