- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
- Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber

Keterangan Gambar : Sampah Organik Disulap Jadi Kompos dan Eco-Enzyme
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan dengan mengoptimalkan pengolahan sampah organik di lingkungan kantor kelurahan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Program yang dijalankan sepanjang 2026 tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Dalam pelaksanaannya, tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) secara rutin mengolah sampah organik berupa daun kering menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Baca Lainnya :
Lurah Cawang, Gia Junian Putranto, menjelaskan bahwa bahan baku kompos berasal dari hasil penyapuan dan pengumpulan daun oleh petugas PPSU di wilayah Kelurahan Cawang, termasuk sampah organik yang dihasilkan masyarakat sekitar.
“Kami mengolah sampah organik seperti daun kering yang dikumpulkan PPSU di wilayah menjadi pupuk kompos. Sampah itu juga berasal dari warga Kelurahan Cawang itu sendiri,” ujar Gia.
Tidak hanya fokus pada sampah organik, Kelurahan Cawang juga menerapkan pemilahan sampah anorganik secara ketat. Berbagai limbah kemasan yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran dipisahkan dan dikelola agar dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Inovasi lain yang dikembangkan adalah pembuatan eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayuran. Produk hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan lingkungan dan operasional di Kantor Kelurahan Cawang, sehingga seluruh proses pengelolaan sampah memberikan manfaat langsung.
“Di samping itu, kami juga sudah membuat eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua hasil yang sudah diolah akan dipergunakan khusus di lingkungan Kantor Kelurahan Cawang,” katanya.
Menurut Gia, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi edukasi dan contoh nyata bagi masyarakat agar mulai menerapkan budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Rukun Warga (RW) mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Jadi kegiatan pengolahan sampah ini sebagai contoh bagi warga. Kita harus memulai dari Kantor Kelurahan Cawang. Selain itu, kami juga sudah melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada seluruh RW yang ada di Kelurahan Cawang,” ungkapnya.
Program pengelolaan sampah ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga, petugas PPSU, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas melakukan pemantauan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, Kelurahan Cawang berharap model pengelolaan sampah tersebut dapat diterapkan secara luas di setiap RW. Selain mampu menekan volume sampah yang dihasilkan masyarakat, pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi warga melalui pemanfaatan sampah organik maupun anorganik.
“Saya berharap ketika program ini berjalan dan dilakukan di masing-masing RW, debit sampah yang ada, khususnya di Kelurahan Cawang, dapat berkurang. Selain itu, pengelolaan sampah juga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi warga dari pemanfaatan sampah organik maupun anorganik,” tandas Gia.(AS/MP).



.jpg)












