- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Kopassus
Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber

Keterangan Gambar : Sampah Organik Disulap Jadi Kompos dan Eco-Enzyme
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan dengan mengoptimalkan pengolahan sampah organik di lingkungan kantor kelurahan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Program yang dijalankan sepanjang 2026 tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Dalam pelaksanaannya, tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) secara rutin mengolah sampah organik berupa daun kering menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Baca Lainnya :
Lurah Cawang, Gia Junian Putranto, menjelaskan bahwa bahan baku kompos berasal dari hasil penyapuan dan pengumpulan daun oleh petugas PPSU di wilayah Kelurahan Cawang, termasuk sampah organik yang dihasilkan masyarakat sekitar.
“Kami mengolah sampah organik seperti daun kering yang dikumpulkan PPSU di wilayah menjadi pupuk kompos. Sampah itu juga berasal dari warga Kelurahan Cawang itu sendiri,” ujar Gia.
Tidak hanya fokus pada sampah organik, Kelurahan Cawang juga menerapkan pemilahan sampah anorganik secara ketat. Berbagai limbah kemasan yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran dipisahkan dan dikelola agar dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Inovasi lain yang dikembangkan adalah pembuatan eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayuran. Produk hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan lingkungan dan operasional di Kantor Kelurahan Cawang, sehingga seluruh proses pengelolaan sampah memberikan manfaat langsung.
“Di samping itu, kami juga sudah membuat eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua hasil yang sudah diolah akan dipergunakan khusus di lingkungan Kantor Kelurahan Cawang,” katanya.
Menurut Gia, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi edukasi dan contoh nyata bagi masyarakat agar mulai menerapkan budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Rukun Warga (RW) mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Jadi kegiatan pengolahan sampah ini sebagai contoh bagi warga. Kita harus memulai dari Kantor Kelurahan Cawang. Selain itu, kami juga sudah melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada seluruh RW yang ada di Kelurahan Cawang,” ungkapnya.
Program pengelolaan sampah ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga, petugas PPSU, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas melakukan pemantauan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, Kelurahan Cawang berharap model pengelolaan sampah tersebut dapat diterapkan secara luas di setiap RW. Selain mampu menekan volume sampah yang dihasilkan masyarakat, pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi warga melalui pemanfaatan sampah organik maupun anorganik.
“Saya berharap ketika program ini berjalan dan dilakukan di masing-masing RW, debit sampah yang ada, khususnya di Kelurahan Cawang, dapat berkurang. Selain itu, pengelolaan sampah juga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi warga dari pemanfaatan sampah organik maupun anorganik,” tandas Gia.(AS/MP).




.jpg)











