- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
KPSP Setia Kawan Hasilkan Miliaran Rupiah dari Hasil Memerah Susu Sapi

MEGAPOLITANPOS.COM, Pasuruan - Janji untung berbisnis sapi perah memang tak pernah ingkar, buktinya Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Pasuruan, Jawa Timur, mampu menghasilkan pendapatan rata-rata Rp1 miliar per hari dari bisnis susu sapi.
Koperasi yang terletak di Kecamatan Tutur, Pasuruan ini, sudah lama menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah itu.
“Dari susu sapi yang dihasilkan para anggota (peternak sapi) KPSP Setia Kawan bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat di sekitar koperasi kami,” kata Manager KPSP Setia Kawan, Farhan.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- Kemenkop: Kampus Akan Menjadi Rumah Baru Bagi Gerakan Koperasi
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
Oleh karena itu, menurut Farhan, masyarakat khususnya anggota koperasi menaruh harapan besar kepada KPSP Setia Kawan agar ke depan bisa mengembangkan usaha semakin besar khususnya di Kecamatan Tutur.

Farhan mengatakan, KPSP Setia Kawan dirintis sejak zaman penjajahan Belanda pada 1911. Lalu pada tahun 1974 barulah KPSP Setia kawan eksis berdiri dan bergerak di bidang sapi perah. Untuk saat ini jumlah anggota yang tercatat sebanyak 11 ribu anggota dengan total aktif yang menyalurkan susu sebanyak 7 ribu peternak.
“Kami mengembangkan tiga usaha besar, yang pertama ada unit susu meliputi peternakan sapi perah, simpan pinjam dan perdagangan jasa dalam bentuk minimarket. Kami berharap ke depan para anggota lebih aktif lagi menyetorkan hasil perahan susu sapi, yang saat ini baru berjumlah 7 ribu peternak,” kata Farhan.
Dalam perjalanan bisnisnya, selain membuat produk olahan dari susu sapi, KPSP Setia Kawan telah berhasil menyalurkan hasil susu sapi perahan ke industri besar seperti PT Indolakto, Cimory Indonesia, Frisian Flag, Diamond Fair, hingga Sari Husada.
Sedangkan untuk mengakses pasar luar negeri dan meningkatkan kapasitas usaha koperasi, KPSP Setia Kawan juga bermitra dengan salah satu koperasi terbesar di Denmark Arla Foods, perusahaan pakan ternak di Belanda, dan salah satu perusahaan bibit sapi di New Zealand.
Kesuksesan KPSP Setia Kawan, tidak sebatas para peternak dengan gigih dan rajin melakukan pemerahan sapi setiap harinya. Sentuhan teknologi dan juga inovasi yang dilakukan turut mendongkrak proses bisnis dari KPSP Setia Kawan sendiri.
Menurut Farhan dengan mengadopsi teknologi akan sangat membantu memudahkan operasional KPSP Setia Kawan dalam mengelola hasil perahan sapi dari peternak, hal ini tidak lain untuk menjaga mutu dan kualitas dari perahan sapi yang dihasilkan.
“Saat ini KPSP Setia Kawan banyak didukung dan dibantu oleh berbagai stakeholder, baik itu pemerintah, swasta, hingga akademisi yang sudah berhasil melakukan digitalisasi di pos penampungan. Kami memasang alat digital yang terintegrasi di pusat dan di kantor pos penampung sementara,” kata Farhan.
Farhan juga mengungkapkan, kesuksesan dan keuntungan yang diraih KPSP Setia Kawan tidak hanya disalurkan untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Koperasi itu juga melakukan kegiatan peduli sosial di bidang pendidikan dengan memperkenalkan tentang koperasi dan juga cara beternak yang baik.
“KPSP Setia Kawan tidak hanya berbicara profit margin, tapi hal lain terkait kepentingan sosial, termasuk memberikan dukungan untuk kegiatan pendidikan, yang arahnya ke depan guru-guru diharapkan bisa memperkenalkan tentang koperasi dan cara beternak yang baik,” kata Farhan.
Hasilnya pun ternyata luar biasa, karena setelah kegiatan itu bermunculan banyak peternak milenial yang ketika dikumpulkan mencapai 210 orang yang siap mendukung orang tuanya menjadi peternak. “Peternak milenial ini kami siapkan sebagai kader untuk meneruskan kesuksesan KPSP Setia Kawan ke depan,” katanya.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, memberikan pelayanan yang baik mulai dari kebutuhan anggota dan juga memelihara sapi dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, kaderisasi peternak milenial ini menjadi penting untuk masa depan KPSP Setia Kawan,” Kata Farhan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)









