- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Komisi III Soroti Pembangunan Dua Unit Sekolah Satu Atap

Keterangan Gambar : Komisi III, Pembangunan Dua Unit Sekolah, Satu Atap, DPRD kota Bogor, megapolitanpos
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Bogor - Komisi III DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Senin (22/4/2024). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, menanyakan perihal pelaksanaan pembangunan dua unit sekolah satu atap.
Berdasarkan hasil rapat, Zenal mengungkapkan proses pembangunan masih dalam tahap lelang. Ia pun meminta kepada pihak Disdik untuk bisa segera melaksanakan pembangunan dua unit sekolah satu atap yang berlokasi di Duta Pakuan dan Cimahpar.
"Kami akan mengawasi secara komprehensif terkait pembangunan dua unit sekolah baru ini. Karena ini merupakan proyek strategis yang harus bisa diselesaikan guna mengentaskan masalah pendidikan di Kota Bogor," ujar Zenal.
Baca Lainnya :
Lebih lanjut, Zenal membeberkan anggaran yang telah disetujui oleh DPRD Kota Bogor untuk melaksanakan pembangunan sekolah di Duta Pakuan sebesar Rp30 miliar dan di Cimahpar sebesar Rp26 miliar.
Dalam rapat tersebut, Zenal juga meminta data terkait sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Sebab berdasarkan data terakhir terdapat ratusan sekolah yang membutuhkan perbaikan segera.
"Kami juga sudah meminta data-data sekolah rusak yang nantinya akan kami dorong untuk segera diperbaiki. Karena masalah pendidikan di Kota Bogor harus menjadi skala prioritas," pungkasnya.(**)





.jpg)











