- BNN Gandeng Citilink, Perangi Narkotika Jalur Udara
- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Kolaborasi Lintas Komunitas, KRESHNA Foundation Dorong Strokers Sehat, Produktif, dan Sejahtera
- Gabungan Ormas dan Relawan Gelar Buka Puasa Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta
- Fraksi PDI-P Terima Lima Raperda, Soroti Infrastruktur hingga Ketahanan Pangan
- Fraksi Demokrat Terima dan Siap Bahas Lima Raperda Strategis di Paripurna DPRD Barito Utara
- Fraksi PKB Soroti Lima Raperda dalam Paripurna II DPRD Barito Utara
- Fraksi Aspirasi Rakyat Dukung Lima Raperda, Tekankan Konsistensi Perencanaan dan Implementasi
- Saan Mustopa: Safari Ramadhan Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bung Karno
- Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro, Siap Layani 1.500 Paket MBG
Komisi III Soroti Pembangunan Dua Unit Sekolah Satu Atap

Keterangan Gambar : Komisi III, Pembangunan Dua Unit Sekolah, Satu Atap, DPRD kota Bogor, megapolitanpos
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Bogor - Komisi III DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Senin (22/4/2024). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, menanyakan perihal pelaksanaan pembangunan dua unit sekolah satu atap.
Berdasarkan hasil rapat, Zenal mengungkapkan proses pembangunan masih dalam tahap lelang. Ia pun meminta kepada pihak Disdik untuk bisa segera melaksanakan pembangunan dua unit sekolah satu atap yang berlokasi di Duta Pakuan dan Cimahpar.
"Kami akan mengawasi secara komprehensif terkait pembangunan dua unit sekolah baru ini. Karena ini merupakan proyek strategis yang harus bisa diselesaikan guna mengentaskan masalah pendidikan di Kota Bogor," ujar Zenal.
Baca Lainnya :
Lebih lanjut, Zenal membeberkan anggaran yang telah disetujui oleh DPRD Kota Bogor untuk melaksanakan pembangunan sekolah di Duta Pakuan sebesar Rp30 miliar dan di Cimahpar sebesar Rp26 miliar.
Dalam rapat tersebut, Zenal juga meminta data terkait sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Sebab berdasarkan data terakhir terdapat ratusan sekolah yang membutuhkan perbaikan segera.
"Kami juga sudah meminta data-data sekolah rusak yang nantinya akan kami dorong untuk segera diperbaiki. Karena masalah pendidikan di Kota Bogor harus menjadi skala prioritas," pungkasnya.(**)

















