Breaking News
- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Komen Ruhut Sitompul Soal Pernikahan Putri Anies Baswedan, Cendrung Rasis.
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Ruhut Sitompul yang mengomentari Anies Baswedan yang menggunaian bahasa Arab pada pernikahan putrinya membuktikan kalau otaknya hanya berisi sampah dan cendrung rasis.
Alih-alih ingin bergaya seperti intelektual namun wawasan dan pemikirannya tidak menunjukan kecerdasan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari komen Ruhut Sitompul pada cuitannya.
Dalam cuitan Ruhut Sitompul menanggapi soal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menikahkan putrinya menggunakan Bahasa Arab.
Ruhut Sitompul menyindir, Anies Baswedan mengaku-ngaku sebagai orang asli Jogyakarta, namun bahasanya ternyata Arab.
“Baru aku ta’u yang suka ngaku-ngaku asli Jokya itu, bahasanya Bahasa Arab,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul.
"Dari isi komen Ruhut itu kita takar kecerdasan dia, ternyata otaknya hanya berisi sampah sehingga yang lahir dari kepalanya terucap dari mulutnya juga sampah, bahkan cendrung rasis" ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia kepada media.
Menurut Agung Nugroho, cuitan Ruhut tersebut lebih didominasi oleh tendensius semata kepada Anies Baswedan, sehingga dia mengkomentari sesuatu yang dia sendiri tidak memahami terkait tata cara akad nikah dalam agama Islam.
Dalam Islam diperbolehkan melangsungkan akad nikah menggunakan Lafaz dalam bahasa Arab seperti yang dilakukan Nabi Muhammad ketika menikahkan Ali dan Fatimah. Namun Islam juga meringakan bagi yang tidak mampu menggunakan lafaz dalam bahasa Arab dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh Pihak yang menikahkan dan pihak yang dinikahkan.
"Perlu ditanya ke Ruhut apakah orang Jogja yang muslim tidak boleh menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas apapun? apalagi ucapan yang diucapkan Anies adalah kalimat kebaikan. " tanya Agung.
Agung mengingatkan kepada Ruhut Sitompul untuk mengakhiri politik adu domba yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat. Apalagi Ruhut Sitompul adalah tokoh politik partai yang seharusnya memberikan keteladan bagaimana persatuan dan hidup rukun itu bisa terwujud terus di bumi Indonesia.
"Cukup sudah cebong kampret, kadrun kodok yang selama 10 tahun ini hanya menghasilkan opini dan perdebatan yang tidak produktif di masyarakat." pesan Agung.
















