- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin : Infrastruktur Asal Asalan Jauh dari Langkung Sae

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin bersama anggotanya saat tinjau lapangan. Jumat, (10/10/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka dengan tegas menyatakan infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian bergantung pada infrastruktur yang prima. Diperlukan kualitas material pekerjaan proyek saluran irigasi yang baik dan tidak boleh asal asalan, wujudkan "Langkung Sae".
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin berpendapat bahwa hal yang mendasar perkuat ekonomi ketahanan pangan Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima.
"Dengan reputasinya sebagai lumbung pangan di Jawa Barat, sangat bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima," katanya dalam status singkat whatsapp. Jumat, (10/10/2025)
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Menurutnya, namun di tengah masifnya program modernisasi yang dicanangkan pemerintah pusat pada realitas di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan proyek saluran irigasi masih jauh dari kata langkung sae.
"Salah satu masalah paling mendasar adalah penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau sering disebut "asal-asalan". Banyak saluran irigasi yang baru dibangun mengalami kerusakan dini,"ungkapnya.
Ia menilai, ini terjadi karena campuran semen dan material lain yang tidak proporsional, atau lapisan beton (lining) yang terlalu tipis dan retak saat dialiri air.
"Jika kualitas material dikompromikan sejak awal, hasil pekerjaan tidak akan pernah mencapai standar "Langkung Sae," melainkan hanya sekadar "ada". tutupnya. ** (Agit)

















