- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin : Infrastruktur Asal Asalan Jauh dari Langkung Sae

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin bersama anggotanya saat tinjau lapangan. Jumat, (10/10/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka dengan tegas menyatakan infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian bergantung pada infrastruktur yang prima. Diperlukan kualitas material pekerjaan proyek saluran irigasi yang baik dan tidak boleh asal asalan, wujudkan "Langkung Sae".
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka H. Iing Misbahuddin berpendapat bahwa hal yang mendasar perkuat ekonomi ketahanan pangan Jawa Barat khususnya di Kabupaten Majalengka bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima.
"Dengan reputasinya sebagai lumbung pangan di Jawa Barat, sangat bergantung pada infrastruktur irigasi yang prima," katanya dalam status singkat whatsapp. Jumat, (10/10/2025)
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
Menurutnya, namun di tengah masifnya program modernisasi yang dicanangkan pemerintah pusat pada realitas di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan proyek saluran irigasi masih jauh dari kata langkung sae.
"Salah satu masalah paling mendasar adalah penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi atau sering disebut "asal-asalan". Banyak saluran irigasi yang baru dibangun mengalami kerusakan dini,"ungkapnya.
Ia menilai, ini terjadi karena campuran semen dan material lain yang tidak proporsional, atau lapisan beton (lining) yang terlalu tipis dan retak saat dialiri air.
"Jika kualitas material dikompromikan sejak awal, hasil pekerjaan tidak akan pernah mencapai standar "Langkung Sae," melainkan hanya sekadar "ada". tutupnya. ** (Agit)
















