- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
- Siskamling Malam Sabtu, Babinsa Dan Komduk Jaga Kamtibmas.
- Pilkada Lewat DPRD Mengemuka, Rona Firmansyah Buka Suara
- Ketua DPRD Hj Mery Rukaini Hadiri Pelantikan 55 Pejabat Pemkab Barito Utara
- Lantik 55 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Barito Utara Tegaskan Jabatan Harus Dibuktikan Dengan Kinerja
- Pemprov DKI, OJK, dan Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Financial Festival 2026
- Barito Selatan Beri Akses Sekolah Enuma ke 33 TK dan SD, Perkuat Pembelajaran Digital
- BKPRMI DKI Dorong Sertifikat Juara FASI Bisa untuk Jalur Prestasi
Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
Kepala BNPB Tinjau Karhutla

Keterangan Gambar : Tampak Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi (kemeja warna hitam) saat disapa dan diberikan penjelasan oleh petugas BPBD setempat terkait lokasi Karhutla di kawasan Gunung Arjuna-Welirang, Jatim.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Batu – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi melakukan peninjauan udara guna memantau situasi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna-Welirang, Provinsi Jawa Timur, Jum'at (23/10/2026).
Dalam keterangannya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa hujan mulai turun di kawasan Gunung Arjuno. Kondisi tersebut disyukuri sebagai perkembangan positif di tengah upaya pemadaman karhutla. Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat titik kebakaran yang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Upaya pemadaman dan pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mencegah api meluas serta mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan di masyarakat.
Letjen Kristomei juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membakar sampah maupun membuka atau mengelola lahan. Ia menegaskan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah akan sulit mencapai hasil maksimal apabila masih terdapat aktivitas pembakaran oleh masyarakat. Selain berpotensi memperluas kebakaran, asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas sehari-hari, dan perekonomian masyarakat.
Baca Lainnya :
- Polda Metro Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses
- Moderasi Beragama Dan Ekoteologi Jadi Bekal PPPK, Kamenag Layani Masyarakat.
- Kepala BNPB Letjen Kristomei Tinjau Karhutla Jawa Timur dan Imbau Masyarakat Hentikan Pembakaran
- Siskamling Malam Sabtu, Babinsa Dan Komduk Jaga Kamtibmas.
- Pilkada Lewat DPRD Mengemuka, Rona Firmansyah Buka Suara
"Di satu sisi kita berupaya memadamkan api supaya tidak ada asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan kita, termasuk kesehatan anak-anak kita. Namun, di sisi lain masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran. Ini perlu menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Lebih lanjut, BNPB mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan pihak swasta dalam penanganan karhutla di Jawa Timur. BNPB juga akan mengidentifikasi kebutuhan pemerintah daerah yang belum terpenuhi untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian karhutla sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Kepala BNPB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran serta dukungan terhadap upaya pemadaman menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat, menjaga lingkungan, dan mengurangi risiko bencana karhutla di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Karhutla berdampak pada 26 Kabupaten/kota dengan total 184 kejadian. Luas lahan terbakar menembus 11.449 hektar dengan 77,05 persen diantaranya merupakan kawasan hutan konservasi.(***)














