- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
KemenKopUKM Terus Dorong Pembangunan SPBU Khusus Nelayan

MEGAPOLITANPOS.COM, Purwokerto- Kementerian Koperasi dan UKM ( KemenKopUKM) terus mendorong pembangunan SPBU khusus nelayan (SPBUN) yang merupakan anggota koperasi agar akses terhadap solar bersubsidi menjadi lebih mudah dan sesuai harga pasar.
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM dalam acara Bedah Buku Serial Pengarusutamaan Strategi Pengembangan Koperasi dan UKM Dalam Rangka Ekspose Program Pengembangan Koperasi di Aston Hotel, Purwokerto, Jumat (11/10), mengatakan, kasus yang banyak terjadi pada nelayan tradisional adalah sulitnya mendapat BBM bersubsidi dengan harga yang normal, padahal 60 persen ongkos kerja nelayan adalah untuk pembelian BBM.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
- KUR Serap 11 Juta Tenaga Kerja, Menteri Maman: UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional
- UMKM Wastra Nusantara Jadi Penjaga Alam dan Penopang Ekonomi
1.jpg)
Dengan adanya SPBUN yang dikelola koperasi, tutur Zabadi, para nelayan akan mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar karena tidak lagi perlu membeli BBM dari tengkulak yang harganya jauh di atas harga resmi yang ditetapkan PT Pertamina (Persero). Program SPBUN ini diinisiasi KemenKopUKM bekerja sama dengan Pertamina dan Kementerian BUMN.
"Kami fasilitasi koperasi nelayan ini untuk mendapat fasilitas SPBU khusus nelayan melalui program Solusi (solar untuk koperasi) sehingga mereka bisa mendapatkan solar atau BBM sesuai dengan harga resmi dan ini dikelola oleh koperasi," ujar Ahmad Zabadi.
Dalam kesempatan yang sama Zabadi juga memaparkan program Koperasi Multi Pihak (KMP) yang dikukuhkan dalam payung hukum Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 8 Tahun 2021. Melalui PermenKopUKM ini, koperasi-koperasi kecil dapat bersatu menjadi sebuah konsorsium sehingga kapasitas SDM dan volume usahanya menjadi lebih besar. Modernisasi koperasi ini juga menjadi salah satu strategi agar masyarakat khususnya dari generasi muda dapat tertarik untuk bergabung dalam wadah koperasi.
"Ini menjadi salah satu upaya menggabungkan seluruh potensi yang ada dalam satu wadah, komitmennya hanya satu yaitu tumbuh dan berkembang bersama untuk meningkatkan keuntungan bersama-sama," kata Ahmad Zabadi.
Seluruh agenda transformasi, modernisasi dan inovasi dalam ekosistem perkoperasian yang dilakukan KemenKopUKM ini terdokumentasikan di dalam buku serial yang dibedah pada kesempatan itu. Menurut Zabadi, hasil kerja yang selama ini dilakukan diperlukan diseminasi dan penyebaran informasi agar dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan koperasi di Indonesia di masa mendatang.
"Kami harap buku-buku ini dapat dibedah secara mendalam untuk dicermati, sehingga diharapkan dapat menginspirasi serta mampu membangun kesadaran kolektif untuk kita semua menjadikan koperasi sebagai pilihan rasional untuk pengembangan usaha ke depan," kata Ahmad Zabadi.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto mengapresiasi penerbitan buku serial Pengarusutamaan Strategi Pengembangan Koperasi dan UKM tersebut karena dinilai menjadi sumber inspirasi bagi para pegiat koperasi.
Dia mengaku cukup tergelitik dengan Buku Kelima berjudul "Solusi Nelayan, Mengurai Paradoks Si Miskin Di Negera Maritim". Menurutnya isi dari buku ini faktual dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Padahal seharusnya sebagai negara maritim, nelayan di Indonesia seharusnya dapat hidup sejahtera.
"Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita dan ini juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk membedah berbagai persoalan tata kelola koperasi di Indonesia yang selanjutnya kita cari solusinya," kata Wahyu.
Wahyu juga menyoroti salah satu permasalahan klasik di kalangan masyarakat yaitu turunnya kepercayaan publik terhadap tata kelola koperasi di tanah air. Secara umum koperasi di Indonesia di dalam catatannya menunjukkan perbaikan yang signifikan, namun akibat pengelolaan yang tidak profesional yang dilakukan oleh beberapa oknum pengurus koperasi mengakibatkan persoalan di koperasi menjadi sulit ditangani.
"Yang paling memprihatinkan adanya penurunan kepercayaan dari masyarakat kepada koperasi. Padahal potensi pengembangan koperasi di Indonesia itu sangat besar jika dikelola dengan baik," kata Wahyu.
Di dalam rangkaian bedah buku yang diikuti sekitar 250 mahasiswa dari tiga kampus ini, dibahas tema-tema secara mendalam pada sesi pertama terkait rumah produksi bersama dan minyak makan merah yang dilakukan oleh koperasi. Kemudian di sesi kedua bertema program solusi nelayan dan koperasi multi pihak.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)






