- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
KemenkopUKM Tampilkan 8 Produk Fesyen Unggulan di COTERIE New York Lewat IFF

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM Siti Azizah
MEGAPOLITANPOS.COM, New York - Berkolaborasi dengan KJRI New York dan Jakarta Fashion Week (JFW), Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menampilkan 8 produk fesyen unggulan dalam label Indonesian Fashion Forward (IFF) di ajang Pameran Dagang Fashion Business to Business COTERIE yang bertempat di New York, AS, pada 22-24 September 2024.
"Desainer-desainer muda Indonesia yang tergabung dalam IFF bukan hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan tren baru," kata Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM Siti Azizah dalam keterangannya.

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- Lewat Holding UMKM, Kementerian UMKM Perkuat Klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
- Generasi Muda Siap Pimpin Tren Modest Fashion Dunia, JMFW 2026 Jadi Panggung Lahirnya Desainer Muda Indonesia
Kedelapan produk yang ditampilkan adalah Baha Gia, Fuguku, Kami, Nadjani, Jenna & Kaia, HijabChic, Aleza, dan Hameeda.
Dalam hal ini, IFF tidak hanya memperkenalkan koleksi ready-to-wear yang inovatif, tetapi juga mendefinisikan ulang fesyen Indonesia yang memadukan tradisi dengan desain kontemporer.
Bahkan, IFF secara resmi mampu memukau dunia mode internasional dengan debutnya di ajang bergengsi COTERIE New York, dengan menampilkan delapan label mode Indonesia itu.
"Koleksi-koleksi ini menghadirkan keunikan tersendiri yang menjembatani warisan budaya dengan gaya modern," ujar Azizah.
Tidak hanya menampilkan fesyen, debut IFF di COTERIE semakin hidup dengan instalasi seni imersif dari seniman Indonesia ternama, Mulyana (MangMoel). Didukung D Galerie, Jakarta, MangMoel menghadirkan teknik rajutan khasnya yang terinspirasi dari ekosistem bawah laut, mengubah IFF Lounge menjadi ruang seni yang memikat dan merefleksikan budaya kreatif Indonesia yang dinamis.
Menurut Azizah, kehadiran Indonesia di COTERIE tidak hanya memperkenalkan desainer-desainer berbakat, tetapi juga menyampaikan pesan kuat bahwa fesyen berbasis warisan, keberlanjutan, dan inovasi dapat mencuri perhatian di panggung internasional.
“Melalui kolaborasi antara seni dan fesyen yang sarat makna, Indonesia Fashion Forward membuktikan bahwa masa depan fesyen bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang tujuan, tanggung jawab, dan membangun visi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan menjembatani tradisi dan inovasi, para label tidak hanya mendefinisikan ulang fesyen Indonesia, tetapi juga menginspirasi dunia, membuka jalan baru bagi Indonesia dalam kancah mode internasional," ujar Azizah.
Setelah kembali dari New York, para desainer ini diharapkan dapat berbagi pengalaman, menjadi mentor serta menjadi inspirasi bagi fashionpreneur Indonesia yang juga ingin mengembangkan usahanya ke pasar global.
Ajang COTERIE yang bertempat di New York merupakan salah satu pameran dagang fesyen business to business tertua dan terbesar di Amerika Serikat.
Pada tahun 2022, pameran COTERIE diikuti lebih dari 600 exhibitors dari 90 negara, serta dikunjungi lebih dari 8300 pengunjung yang mayoritas merupakan pelaku industri fesyen dari seluruh Amerika Serikat.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)






