- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
- Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Hadirkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah
Kemendes dan Unpam Kerjasama Bangun Desa Digital

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangsel - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerjasama dengan Universitas Pamulang dalam pengembangan desa digital. Unpam diajak berkolaborasi dalam pengembangan desa untuk pelbagai kemanfaatan. Tujuannya pelibatan semua pihak akan membuat desa-desa untuk terus berkembang dan menciptakan peningkatan kesejahteraan secara merata.
Hal tersebut disampaikan Mendes PDT Yandri Susanto saat menjadi keynote speaker dalam seminar yang berjudul ‘Komunikasi Digital untuk Transformasi Pembangunan Desa’ di Auditorium Darsono, Unpam, Kamis (21/11).
Yandri mengungkapkan, desa digital ini diharapkan bisa menjadi wadah pengenalan potensi. Terutama dalam pengembangan desa-desa yang punya potensi besar dalam pelbagai bidang. Seperti usaha kecil menengah (UKM) untuk ekspor, desa yang memiliki kawasan wisata mumpuni dan sebagainya.
Baca Lainnya :
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Hal ini penting untuk dilakukan mengingat ada 27 ribu potensi wisata, tetapi hanya 6 ribu desa yang baru digarap dalam pengelolaan usahanya. Terutama dalam hal pembentukan badan usaha milik desa (BumDes) yang bisa medistribusikan kesejahteraan.
“Kalau usaha dari desa bisa berkembang. Potensinya besar. Direktur BUMDes penghasilannya bisa Rp10 juta hingga Rp20 juta. Kalau geliat ekonomi di desa berkembang, potensi orang untuk pindah ke kota jadi kecil. Ini yang sedang kita lakukan,” ujarnya.
Maka itu, Yandri mengajak semua pihak untuk mengembangkan ide bagaimana mengembangkan desa. Termasuk dengan civitas akademik agar dapat berkolaborasi membangun desa. Unpam, kata Yandri, memiliki potensi karena memiliki sumber daya mumpuni.
Oleh karena itu, ia meyakini dengan kolaborasi itu, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat hingga 8 persen. Mantan anggota DPR-RI ini mengajak Unpam bekerjasama bagaimana desa berkembang. Termasuk soal desa digital yang memang jadi keniscayaan.
“Ayo civitas Unpam punya ide apa. Kita kolaborasi kembangkan desa agar kesejahteraan bisa meningkat. Pertumbuhan ekonomi melesat. Ini yang tengah saya dorong,” ujarnya.
Pada kesempatan lain, Dekan Ilmu Komunikasi Unpam Dameis Surya Anggara mengapresiasi Kemendes untuk berkolaborasi. Terutama yang menyangkut soal digitalisasi media untuk desa. Pertumbuhan media yang terus berkembang menjadi potensi besar untuk bisa dinikmati masyarakat. Misal dengan pengembangan pelbagai bidang UKM yang memang jika tumbuh akan berdampak sesuatu positif.
“Ilmu Komunikasi Unpam terbuka untuk bersinergi dengan semua pihak. Sekarang ada kolaborasi dengan kemendes, ini hal positif yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Sementara itu praktisi media Herik Kurniawan mengatakan, penggunaan media di Indonesia sangat besar. Angkanya mencapai 70 persen jumlah penduduk Indonesia atau sekira 190 jutaan. Dengan jumlah yang begitu besar harusnya menjadi potensi untuk kesejahteraan masyarakat. Nah, potensi ini harusnya bisa dikelola dengan sebaik mungkin.
“Kalau saya melihat pengguna media sosial yang begitu besar harusnya bisa dikembangkan menjadi ekosistem untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Terutama yang ada di desa-desa,” ujarnya. ** (Jhn)

















