- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
Keluar Hanya dengan Baju di Badan: Kisah Pilu Korban Kebakaran di Gang Keluarga Dermaga

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Gang Keluarga, Jalan Meranti Dermaga, meninggalkan duka mendalam sekaligus kisah pilu yang menggugah hati. Sejumlah rumah warga hangus dilalap api, menyisakan trauma dan kehilangan bagi para korban.
Salah satu korban, Ny Mala, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Kala itu, ia berada seorang diri di rumah dalam kondisi sakit, sementara suami ( Junaidi) dan anaknya sedang berada di Desa Lahei untuk urusan keluarga.
“Saya sedang berbaring karena sakit, tiba-tiba terdengar keributan di luar,” tuturnya Minggu (01/02/2026)
Baca Lainnya :
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
Saat berusaha bangun dan melihat keadaan sekitar, asap tebal telah memenuhi seluruh ruangan rumahnya.
Ny Mala sempat berusaha keluar dan berniat kembali masuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Namun upaya tersebut tak mungkin dilakukan karena asap semakin pekat.
“Saya menjenguk keluar dan mau kembali lagi ke dalam untuk menyelamatkan barang-barang, tapi tidak bisa lagi karena seluruh ruangan sudah penuh asap,” ucapnya penuh kesedihan.
Dalam kondisi darurat, Ny Mala turun dari lantai atas akhirnya memilih menyelamatkan diri. Ia keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan, tanpa membawa satu pun barang yang bisa diselamatkan.
Meski kehilangan tempat tinggal dan harta benda, ia bersyukur nyawanya masih tertolong.
Kisah pilu serupa juga disampaikan Dina, putri dari Bapak Nurpansyah, pemilik rumah yang pertama kali terlihat menjadi titik awal munculnya api.
Dengan mata berkaca-kaca, Dina mengaku tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
“Waktu itu mama ulun sedang di pasar berjualan. Ulun dan ading yang ada di rumah, tapi api datang dengan tiba-tiba. Kami langsung keluar dan tidak sempat membawa apa-apa,” ucap Dina lirih.
Musibah kebakaran ini tak hanya menghanguskan bangunan dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi para korban.
Namun di tengah duka, ketabahan dan rasa syukur masih terpancar dari mereka yang selamat. Harapan kini tertumpu pada uluran tangan, solidaritas, dan kepedulian bersama untuk membantu para korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
(A)


.jpg)


.jpg)


.jpg)






