- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
Jumlah Korban Pekerja Migran Indonesia yang Dipulangkan dalam Keadaan Meninggal, Terbanyak asal NTT

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setiap tahun melayani tidak kurang dari 150 pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan meninggal. Dari catatan itu, jumlah pekerja migran asal NTT disebut terbanyak.
"Bukan memonopoli NTT, tapi saya tidak lupa dari sejumlah jenazah yang harus kita layani setiap tahun, NTT terbanyak," kata Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon kepada wartawan usai memberikan motivasi dalam acara pelepasan 395 PMI Program Government to Government (G to G) Korea Selatan dan Jerman di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Lasro mengungkapkan, hal tersebut disebabkan karena aktivitas percaloan yang dilakukan oleh sindikat penempatan PMI ilegal. Dikatakan Lasro, negara Malaysia menjadi negara tujuan pemberangkatan PMI non-prosedural asal NTT.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
"Penempatan pekerja formal tidak banyak, tapi informalnya banyak sehingga non-proseduralnya juga banyak. Itu sudah terjadi lama," ujar Lasro.
Diakui Lasro, kejadian tersebut imbas buruk dari pemberangkatan PMI secara non-prosedural. Sebab, mereka tidak mendapatkan perlindungan secara maksimal. Bahkan sebaliknya, tenaga mereka terus dieksploitasi oleh sindikat penempatan PMI ilegal.
"Mereka tidak ada kontrak kerja, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, tidak ada perlindungan asuransi," ujarnya.

"Hampir 100 persen itu buah-buah penempatan non-prosedural. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTT selalu ada kita terima, kita layani dalam bentuk jenazah, dan itu hasil penempatan sudah bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun," tambah Lasro, menyesalkan.
Hal itu berbanding terbalik dengan pelayanan BP2MI terhadap pahlawan devisa yang berangkat secara prosedural.
"Kita lihat begitu terhormat, menggelora, persiapan dan pemberangkatan kita cek kesehatannya, pelepasan di hotel berbintang, mendapat credential letter sebagai duta bangsa," papar dia.
Sekedar informasi, pelepasan 395 PMI terdiri dari 392 yang berangkat ke Korsel dan 3 berangkat ke Jerman. Adapun sektor pekerjaan dari 392 PMI ke Korsel yakni diantaranya 262 akan bekerja di manufaktur dan 130 PMI akan bekerja di bidang perikanan. Sementara 3 PMI ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.(*/Anton)

.jpg)

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)




