- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
Indonesia Menguasai 80 persen Pasar Ekspor Gambir Dunia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Indonesia merupakan eksportir komoditas gambir (Uncaria gambir Roxb) terbesar di dunia. Menguasai 80 persen pasar gambir dunia dengan tujuan ekspor terbesar ke India, disusul Jepang, Tiongkok, Pakistan dan Bangladesh serta sebagian negara Eropa. Indonesia bahkan tercatat menjadi penguasa 50 persen pasar gambir di India. Indonesia mencapai nilai ekspor pada 2022 sebesar US$90 juta. Angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring dengan peningkatan kualitas produksi dan perluasan pasar. Harga gambir ekspor bervariasi antara US$7500-US$10.000/ton.
Asisten Deputi Pembaharuan dan Kemitraan Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Destry Anna Sari mengatakan besarnya potensi komoditas gambir, merupakan peluang Indonesia untuk terus meningkatkan pasokannya ke pasar dunia memenuhi kebutuhan industri farmasi, penyamak kulit, dan pengobatan tradisional.
“Gambir adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak manfaat untuk industri dan kesehatan sehingga sangat dibutuhkan dan dicari oleh pasar dunia,” kata Destry, (22/9). Ekspor gambir Indonesia terbanyak berasal dari Sumatera Barat, sebab tanaman ini merupakan komoditas penting di Sumatera Barat. Keunggulan geografis, iklim yang mendukung, dan warisan budaya lokal menjadikan Sumatera Barat menjadi penghasil gambir terbesar di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
Destry mengatakan koperasi menjadi badan usaha yang memainkan peran sebagai motor penggerak mengoptimalkan potensi komoditas gambir di Sumatera Barat, salah satu di antaranya Koperasi Serba Usaha (KSU) Bangkit Mandiri di Kabupaten Pesisir Selatan. Koperasi yang terletak di Kampung Ampalu, Nagari Ganting Mudiak Selatan, Surantih, Kecamatan Sutera ini memiliki 83 anggota aktif menjadi wadah bagi para petani untuk bekerja sama dalam proses budidaya, sekaligus sebagai pusat pelatihan, peningkatan kualitas pengolahan gambir, serta pemasaran.
“KSU telah menerapkan teknik pengolahan gambir berkualitas tinggi dengan kadar katekin hingga mencapai 90%. Peningkatkan kualitas ini yang memang terus didorong sehingga memenuhi standar kebutuhan industri,” kata Destry. Koperasi memproduksi empat grade gambir mulai dari, gambir bootch A (kadar katekin 90%), gambir bootch B (70%-80%), gambir bootch C (60%-70%), dan gambir bootch D (40-50%), dengan kapasitas produksi masing-masing 2 ton/minggu, 2 ton/minggu, 3 ton/minggu, dan 5-10 ton/minggu.
KSU Bangkit Mandiri memasok gambir ke ekspor India dan Jepang bermitra dengan beberapa perusahaan pengolahan gambir di Sumatera Barat. Untuk pasar dalam negeri, KSU Bangkit Mandiri, menjalin kemitraan dengan Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk memproduksi gambir dalam bentuk bubuk.
“Peran koperasi dalam mengelola komoditas gambir perlu terus diperkuat sehingga KSU Bangkit Mandiri dan Koperasi Syariah Gambir Anam Koto Mandiri ini, mendapat pendampingan oleh Tenaga Pendamping Koperasi Modern (TPKM) dan merupakan peserta Program Koperasi Modern 2024 yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Perkoperasian,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan pasar global, KemenKopUKM juga mengikutsertakan KSU Bangkit Mandiri pada Trade Expo Indonesia 2024. Destry mengatakan kebutuhan gambir akan terus meningkat termasuk di dalam negeri sebagai bahan baku industri makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Apalagi konsumen domestik semakin menyadari manfaat produk alami yang ramah lingkungan, sehingga permintaan gambir sebagai bahan baku produk-produk ini terus meningkat.
“KemenKopUKM akan terus meningkatkan peran koperasi dalam pengelolaan komoditas gambir agar dapat menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sehingga produksi gambir tidak hanya menguntungkan pemberdayaan ekonomi daerah dan masyarakat lokal, tetapi juga berkontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan,” kata Destry.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)









