- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
Hasrat, S.Ag, : Selaku Anggota DPRD Sangat Mendukung Pelaksanaan Festival Kuntau Menjadi Agenda Tahunan

Keterangan Gambar : Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025
MEGAPOLITANPOS.COM: Muara Teweh– Semangat Pelestarian Budaya lokal kembali digelar di Kabupaten Barito Utara melalui kegiatan Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang di inisiasi oleh PSMK Huma Ije Pakat Barito Utara.
Acara berlangsung di lapangan Volly Dan Yonif 631/Antang Kodim 1013 Muara Teweh ini resmi dibuka oleh Bupati Barito Utara melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan, Herry Jhon Setiawan, ditandai dengan pemukulan gong pada Sabtu (01/11/2025).
Festival yang dihelat mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hasrat, S.Ag, yang juga merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Baca Lainnya :
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Sengketa Aset PT Xiongji International Bergulir, Abu Hasan Minta Transparansi Boedel Pailit
- Kolaborasi UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone, Sulawesi Selatan, Revitalisasi Program P2L KWT melalui Penyaluran 1.300 Bibit Hortikultura
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
Saat disinggung terkait kegiatan ini, Hasrat menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang untuk pertama kalinya diadakan di Barito Utara ini.
Dia menilai, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang olahraga dan seni bela diri, tetapi juga bentuk nyata Pelestarian Budaya Daerah.
"Kegiatan ini sangat positif, karena melalui Festival Kuntau, kita tidak hanya berkompetisi, tapi juga menjaga dan mengenalkan kembali warisan budaya yang sarat nilai - nilai luhur kepada generasi muda,” ujarnya.
Kuntau sendiri dikenal sebagai permainan dan seni bela diri tradisional yang menonjolkan keindahan gerak, keluwesan tubuh, serta kekuatan jiwa dan raga. Dalam setiap gerakannya tersimpan Filosofi tentang ketangkasan, kedisiplinan, dan kehormatan, yang menjadi ciri khas Budaya masyarakat khusus Kalimantan Tengah.
Hasrat menegaskan, jika tidak dilestarikan, seni bela diri Kuntau ini bisa saja perlahan menghilang dan tidak lagi dikenal oleh generasi penerus.
Dia sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara serta Kodim 1013 Muara Teweh yang telah memberikan dukungan penuh hingga kegiatan ini dapat dilaksanakan.
Tak lupa disampaika penghargaan kepada seluruh peserta dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang telah ambil bagian dalam Festival ini.
“Antusiasme peserta luar biasa. Ini menandakan bahwa semangat untuk melestarikan Budaya dan olahraga Tradisional seperti Kuntau masih hidup dan terus berkembang,” tambahnya.
Dia berharap agar kegiatan seperti ini mendapat dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah selaku anggota DPRD dia sangat mendukung sehingga pelaksanaan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan semangat Sportivitas dan persaudaraan antar daerah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya kita. Lewat Kuntau, kita bukan hanya berolahraga, tetapi juga merawat jati diri bangsa,” pungkasnya.



.jpg)










