Breaking News
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Giring Lebih Mirip Orator Unras Ketimbang Ketum Parpol

MEGAPOLITANPOS.COM: Sambutan ketua umum Partai Solidaritas Indonesia, Giring Ganesha pada membuka acara puncak hari ulang tahun (HUT) ke-7 partainya. Banyak menuai kecaman karena dianggap tidak etis dan suibyektif dengan melakukan serangan kepada personal. "Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada," kata Giring, dalam sambutannya yang digelar secara virtual, Rabu (22/12/2021). Giring menyebut Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. Dia memberikan kode orang yang dimaksud itu, yakni seseorang yang digantikan dalam kabinet Jokowi. "Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja," ujar Giring. Sambutan Giring tersebut oleh ketua nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho dianggap lebih mirip orator unjuk rasa (unras) ketimbang sambutan ketua umum partai politik. Menurut Agung, sambutan ketum PSI tersebut tidak memiliki isi dan wawasan. “mirip orator di unjuk rasa, yang cuma teriak-teriak menghujat, tanpa memiliki isi dan wawasan yang dapat direnungkan dan dipahami oleh anak muda” ujar Agung. Menurut Agung, seharus seoarang ketum parpol itu dalam sambutannya berisi tentang sitausi politik nasional saat ini, apa yang harus dilakukan untuk menyikapi situasi politik nasional saat ini dan memberikan solusi darimana bangsa ini memulai untuk menyikapi situasi politik nasiona tersebut. “Jauh dari ilmiah sambutan Giring, mungkin karena baru belajar berpolitik dan memimpin partai jadi masih belum bisa membedakan mana orasi dan mana sambutan” jelas Agung. Agung menambahkan, sebagai seorang ketum parpol seharusnya Giring juga menguasi data sehingga dalam sambutannya meski melakukan kritik tapi kritik yang ilmiah dengan adanya paparan data. “Ini kan jadi seperti sekedar cari sensasi dengan melontarkan statemen opini dan melempar persepsi.” Kata Agung.


.jpg)




.jpg)



.jpg)




