Gelar Hasil Karya 2024: Menteri Abdul Muti Apresiasi LKP Hadirkan Pendidikan Bermutu, Peluang Kerja dan Usaha

By Sigit 18 Des 2024, 07:46:51 WIB DKI Jakarta
Gelar Hasil Karya 2024: Menteri Abdul Muti Apresiasi LKP Hadirkan Pendidikan Bermutu, Peluang Kerja dan Usaha

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - 'Gelar Hasil Karya 2024' yang memamerkan hasil karya anak peserta didik dari berbagai lembaga kursus dan pelatihan (LPK) digelar di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Selasa (17/12/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin. Turut hadir sejumlah stakeholder dan para peserta didik dari lembaga pendidikan non-formal.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen mengapresiasi, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai lembaga pendidikan non-formal yang meningkatkan keterampilan serta menciptakan daya saing lulusan vokasi pada dunia kerja.

Baca Lainnya :

Menurutnya, LPK selain memiliki peran penting untuk mewujudkan layanan pendidikan bermutu juga menghadirkan serta membuka peluang kerja dan usaha yang bisa diakses oleh semua peserta didik. 

"Kami sudah bertemu dengan para penyelenggara kursus dan pelatihan. Berbagai macam kursus yang diselenggarakan (LPK) menghasilkan capaian-capaian yang sangat bermakna bagi putra-putri Indonesia untuk mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan," kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Mu'ti berujar, berbagai jenis keterampilan yang diajarkan oleh lembaga kursus dan pelatihan mampu melahirkan alumni yang kemampuannya diakui, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, kursus dan pelatihan merupakan bagian yang integral dari sistem pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, karena program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja, yang saat ini terus berkembang, sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan. Melalui LKP, lanjut Tatang, para peserta didik bisa mendapatkan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

"LKP merupakan salah satu satuan pendidikan non-formal yang memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing di berbagai bidang keterampilan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja," papar Tatang.

Selain itu, Tatang menuturkan, program ini memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang tidak lulus sekolah untuk tetap bisa memperoleh pekerjaan.

"Jadi (program) ini membantu anak-anak yang tidak sekolah untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan kerja atau sesuai dengan minat usahanya," tukasnya.

Dia juga berharap program PKW dan PKK yang diselenggarakan LKP ke depannya bisa menjangkau pedesaan dan daerah terpencil, sehingga bisa memfasilitasi anak-anak yang tidak sekolah karena keterbatasan akses.

"Kegiatan ini memberikan kesempatan juga kepada peserta didik dan lulusan lembaga kursus pelatihan untuk memamerkan karya keahlian dan sekaligus mendapatkan konsultasi pengembangan karier," pungkasnya.(*/Anton)




  • Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    🕔22:09:27, 07 Jun 2026
  • Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    🕔22:13:22, 07 Jun 2026
  • Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

    🕔22:17:25, 07 Jun 2026
  • Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

    🕔21:20:30, 03 Jun 2026
  • Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

    🕔22:38:03, 02 Jun 2026