- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Geger, Sosok Wanita di Temukan Tewas Tanpa Identitas Dipinggir Jalan Ternyata Warga Kediri

Keterangan Gambar : Kondisi Korban di evakuasi oleh petugas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Warga masyarakat desa Popoh Kecamatan Selopuro geger atas penemuan sosok mayat perempuan tergeletak di pinggir jalan umum dengan posisi membujur kaku pada Senin pagi ( 07/07/25 ). dari hasil identifikasi sosok jenazah itu ternyata seorang perempuan usia 21 tahunan dan beragama islam.
Warga asal, Dsn. Purworejo rt. 003 rw 008 Dusun Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Warga menemukan di pinggir jalan depan rumah warga Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
Diungkapkan oleh Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi mengatakan, sosok perempuan dengan ciri tato bertuliskan dea di lengan kiri.
"Warga yang pertama kali melihat bernama Sutiyah yang pada Senin pagi hari sekitar pukul 06.00 wib sedang menyapu di depan halaman rumahnya dengan kondisi tergeletak. Awalnya dirinya mengira Orang Dalam Gejala Kejiwaan (ODGJ) atau yang tengah mabuk," ungkapnya.
Ia menambahkan, seketika itu ia memanggil tetangga untuk bersama sama ke lokasi kejadian, setelahnya dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia.
"Dengan ciri lainya korban mengenakan jaket sweater warna hijau, kaos motif bertuliskan fighter ini membujur dengan posisi kepala di sebelah barat dan kaki di sebelah timur posisi terlentang dengan bercak luka di wajah.
"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Putut.
Hingga berira ini diturunkan Korban jenis kelamin perempuan ini belum diketahui motif asal mulanya kejadianya.
Dengan ciri-ciri: Kelamin perempuan, mengenakan jaket hijau daun, kaos hitam bertulis figther netral, celana jean biru dongker, pergelangan tangan kanan tato selembar bulu, tangan kiri tato nama Dita okta, kaki kanan bertato doraemon diatas pergelangan kaki. Jenazah diamankan dirumah sekit terdekat untuk di indentifkasi.
Kasubsi PIDM Sihumas Putut Siswahyudi menjelaskan, saat didatangi petugas di TKP. Korban berada di bahu Jalan raya Desa Popoh Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dengan jarak sekitar 1,3 Meter dari jalan raya.
"Saat datang di TKP sudah ada beberapa warga berada di sekitar TKP dan posisi korban terlentang dengan kepala mengarah timur kaki ke barat,tidak diketemukan barang milik korban di sekitaran TKP,” jelasnya.
Polisi setelah menerima laporan, melakukan, Olah TKP dan melakukan Introgasi Saksi-saksi di sekitar TKP. Serta mencek CCTV di sekitar TKP, membawa korban ke RS Wlingi Untuk VER untuk tindakan penyelidikan lebih lanjut.
Putut juga menambahkan bahwa korban yang sedang berada di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sudah diketemukan oleh pihak keluarga, dan menyatakan bahwa benar DTO adalah anggota keluarganya.
"Untuk proses aotupsi kami sedang menunggu koordinasi dengan Polres Kediri dan rumah sakit Bhayangkara," pungkasnya. ** (za/mp)















