- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Erma Susanti : BISA Fest, Pengungkit Bagi Pelaku Seni Budaya Pasca Pandemi

Keterangan Gambar : Pagelaran seni Jawa Timur
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf) Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan events Indonesia, menyelenggarakan pagelaran seni budaya Jawa Timur BISA Fest bertempat di wisata edukasi kampung coklat jalan Banteng - Biorok No. 18, Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kabupaten pada Kamis (24/08/22) dihadiri oleh Erma Susanti anggota DPRD Provinsi jawa TimurErma Susanti.
Erma Susanti menilai bahwa dalam rangka kegiatan kemitraan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Komisi X DPR RI, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Even) Direktorat Event Daerah di Dapil IV adalah wilayah Guruh Soekarno Putra.
"Karena Mas Guruh ini juga sebagai budayawan yang diberangkatkan dari Dapil IV maka ini merupakan langkah konkrit dan kepedulian Mas Guruh untuk mengangkat potensi seni budaya Jawa Timur kususnya Dapil IV, apalagi paska pandemi pelaku seni budaya dan pariwisata ini 2 tahun vakum, dengan moment ini akan dijadikan pengungkit gairah perekonomian kita," ujar Erma.
Baca Lainnya :
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Erma juga menyebut, di Jawa Timur yang memiliki 38 Kabupaten dan Kota, diantaranya adalah Kabupaten Blitar, seni budaya adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, keduanya harus senyawa, makanya melalui Even ini ketika Pemerintah sudah melonggarkan kebijakan PPKM sektor ini harus kita genjot bangkit melalui peran media massa.
"Makannya dengan pementasan kesenian seperti Krisnayana di Amphi Terater di Kawasan wisata Penataran Nglegok, pentas seni juga disajikan melalui teknologi live streaming, nah ini maksudnya masyarakat yang tidak bisa nonton langsung bisa melihat visualisasinya melalui siaran langsung," tuturnya.
Ditekankan lebih lanjut oleh Erma selain itu pemerintah juga ingin mengedukasi kepada masyarakat pelaku seni budaya sehingga akan memahami bagaimana kiat perform nya itu bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, karena ini sudah eranya digitalisasi, kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana bisa melakukan pengembangan budaya, yang salah satunya melalui berbagai macam event .
"Apalagi saat sekarang Indonesia dikenal dunia yang paling cepat mengendalikan pandemi Covit 19, sehingga moment ini harus kita tangkap sebagai sinyal positif bagi para pelaku seni budaya, karena masyarakat juga sangat menunggu pementasan seperti jaranan, wayang kulit dan lain sebagai, kita terus memotivasi memberikan dorongan kepada insan seni dan budaya, dan antusianya masyarakat sangat tinggi dan senang melihat langsung," imbuhnya.
Untuk pegiat seni budaya sendiri selama masa pandemi selama tidak bisa aktif berkreasi, Pemerintah juga ambil bagian memberikan bantuan, sekarang di era kebangkitan ini harus ditata kembali bagaimana caranya agar pelaku seni budaya ini bisa tampil di setiap event, setiap destinasi wisata, atau desa wisata melalui CSHE. Dan bagaimana kita bisa menyusun kalender wisata dan kalender budaya setiap tahunya bisa digelar, seperti Krisnayana bisa digelar 4 kali dalam setahun, dan ini kerjasama yang sudah kita wujudkan," pungkasnya. (za/mp)
















