- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Aktivis di Blitar Penuhi Panggilan Polisi Usai Orasi Antikorupsi
- Politisi PDI-P Taupik Nugraha Minta Pemkab Edukasi Masyarakat Soal Status dan Kewenangan Jalan
- Dewan Taupik Apresiasi Kanal Pengaduan Masyarakat, Minta Dukungan Anggaran Maksimal
- Taupik Nugraha Pertanyakan Target Pengentasan Kawasan Kumuh di Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Pemda Tak Bisa Perbaiki Fasilitas Perumahan Sebelum PSU Diserahkan
- Pemkab Barito Utara Jelaskan Pentingnya Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemda
- DPRD dan Pemkab Barito Utara Sepakati Dua Raperda Strategis, Siap Difasilitasi ke Gubernur Kalteng
- Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
Ekonomi Pancasila Menguat, Prabowo Dorong Koperasi Bangkit untuk Sejahterakan Rakyat

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Pancasila, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, mewujudkan keadilan sosial, serta menjaga perdamaian nasional. Presiden juga menekankan pentingnya transformasi besar-besaran sistem ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden adalah penguatan Ekonomi Pancasila melalui kebangkitan koperasi sebagai instrumen strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung selama beberapa dekade perlu diimbangi dengan pemerataan hasil pembangunan agar dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.
Baca Lainnya :
Upacara tersebut turut dihadiri Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, para menteri Kabinet Merah Putih, serta Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 harus diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai bentuk usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan. Menurutnya, koperasi harus bangkit dan menjadi alat utama untuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
“Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan,” tegas Presiden.
Pemerintah juga terus mendorong pembangunan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat peran rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional melalui koperasi dan ekonomi desa.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan koperasi, pengembangan ekonomi desa, dan penerapan kebijakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang lebih terarah demi kesejahteraan masyarakat.
Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia optimistis Indonesia akan menjadi negara yang kuat, berdaulat, dan disegani dunia apabila prinsip-prinsip Ekonomi Pancasila dijalankan secara konsisten.
Menanggapi arahan Presiden, Menkop Ferry Juliantono menyatakan kesiapan penuh Kementerian Koperasi untuk mengimplementasikan cita-cita Ekonomi Pancasila melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Ferry, salah satu langkah konkret yang akan terus dioptimalkan adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo adalah mandat ideologis sekaligus operasional bagi kami. Kementerian Koperasi siap menerjemahkan arahan tersebut di lapangan. Lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kita akan memperkuat fondasi ekonomi dari akar rumput, memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan baru, dan menjadikan koperasi sebagai benteng utama pertahanan ekonomi warga,” ujar Ferry.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem ekonomi nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berlandaskan semangat gotong royong sebagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.(AS/MP).




.jpg)












