- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
Ekonomi Pancasila Menguat, Prabowo Dorong Koperasi Bangkit untuk Sejahterakan Rakyat

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Pancasila, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, mewujudkan keadilan sosial, serta menjaga perdamaian nasional. Presiden juga menekankan pentingnya transformasi besar-besaran sistem ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden adalah penguatan Ekonomi Pancasila melalui kebangkitan koperasi sebagai instrumen strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung selama beberapa dekade perlu diimbangi dengan pemerataan hasil pembangunan agar dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.
Baca Lainnya :
Upacara tersebut turut dihadiri Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, para menteri Kabinet Merah Putih, serta Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 harus diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai bentuk usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan. Menurutnya, koperasi harus bangkit dan menjadi alat utama untuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
“Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan,” tegas Presiden.
Pemerintah juga terus mendorong pembangunan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat peran rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional melalui koperasi dan ekonomi desa.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan koperasi, pengembangan ekonomi desa, dan penerapan kebijakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang lebih terarah demi kesejahteraan masyarakat.
Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia optimistis Indonesia akan menjadi negara yang kuat, berdaulat, dan disegani dunia apabila prinsip-prinsip Ekonomi Pancasila dijalankan secara konsisten.
Menanggapi arahan Presiden, Menkop Ferry Juliantono menyatakan kesiapan penuh Kementerian Koperasi untuk mengimplementasikan cita-cita Ekonomi Pancasila melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Ferry, salah satu langkah konkret yang akan terus dioptimalkan adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo adalah mandat ideologis sekaligus operasional bagi kami. Kementerian Koperasi siap menerjemahkan arahan tersebut di lapangan. Lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kita akan memperkuat fondasi ekonomi dari akar rumput, memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan baru, dan menjadikan koperasi sebagai benteng utama pertahanan ekonomi warga,” ujar Ferry.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem ekonomi nasional yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berlandaskan semangat gotong royong sebagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.(AS/MP).

















