- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
Dinas PUPR Kota Tangerang Diduga Bangun Drainase Asal Jadi

Keterangan Gambar : Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Drainase Asal Jadi Walikota Tangerang Diminta Sidak Pembangunan Drainase Asal Jadi
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang– Janggal, peningkatan saluran drainase lingkungan di Jalan Kampung Kelapa Indah di RW 03 Kelurahan Cikokol Kecamatan Tangerang. Pasalnya, pembangunan saluran drainase gorong-gorong senilai 0,5 Miliar milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang diduga dibangun asal jadi.
Warga Kampung Kelapa Indah, Yanuar mengatakan, bahwa Jalan Kampung Kelapa Indah termasuk rawan banjir dan sering masuk berita, seharusnya Dinas PUPR Kota Tangerang memprioritaskan dan lebih mengawasi pembangunan drainase di daerah rawan banjir.
“Kinerja Dinas PUPR perlu dievaluasi dan kapan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah datang kesini untuk melihat langsung hasil pembangunan drainase yang asal jadi dan lubang galian dibiarkan di tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Kampung Kelapa indah,” ungkap Yanuar kepada wartawan di lokasi pembangunan drainase, Kamis (17/11/2022).
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Menurutnya, PT Alina Utama Karya sebagai pelaksana kegiatan tidak professional, karena dari awal proses pembangunan di bulan Oktober hingga sekarang banyak kejanggalan karena luput dari pengawasan Dinas PUPR Kota Tangerang.
“Pada awal pembangunan di hari pertama dan kedua nampak rapih, setelah digali langsung dipasang u-ditch dan di hari ketiga pelaksana hanya menggali saja selama seminggu tanpa memasang u-ditc sekitar 300 meter, setelah itu eskavator sudah tidak ada di lokasi dan tidak ada aktifitas dan lubang galian dibiarkan selama seminggu,” terangnya.
Seminggu kemudian, lanjut Yanuar, kegiatan pembangunan berjalan kembali hanya memasang u-ditch, itupun bergelombang tidak rapih asal jadi banyak yang renggang, karena jumlah pekerjanya sedikit sekitar 6 orang.
“Pemasangan u-ditch tidak rata dan banyak yang renggang dan setelah selesai warga turun tangan membantu pemasangan tutup u-ditch, karena selama seminggu lubang galian dibiarkan mengganggu aktifitas warga,” tuturnya.
Setelah itu tak ada kegiatan pembangunan lagi, kata Yanuar, dari awal bulan November sampai sekarang lubang yang sudah digali sebagian dibiarkan dan anehnya pembangunan drainase hanya berjalan sebulan dan sudah tak ada kegiatan lagi, padahal waktu pelaksanaa selama 120 hari kerja.
“Proyek drainase setengah miliar bangunnya asal jadi, kegiatanya cuma sebulan dengan waktu pelaksanaan 4 bulan di papan proyek, kegiatannya cuma sebulan dan hanya sekitar 250 meter yang dipasang u-ditch, sisa lubang galian dibiarkan ditambah lagi kegiatan pembangunan terhenti dua kali dan dibiarkan Dinas PUPR Kota Tangerang, kerjanya ngapain aja,” pungkasnya.
Ketika di konfirmasi melalui telepon selularnya, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono belum juga memberikan keterangan.Jhn
















